Quds, LiputanIslam.com –   Kelompok ekstremis kanan Yahudi Israel yang menamakan dirinya “Mahasiswa untuk Kuil” (Students for the Temple Mount) melayangkan surat kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berisi permohonan agar membiarkan para ekstremis Yahudi menduduki Masjid Al-Aqsa pada hari raya umat Islam Idul Adha.

Permohonan itu diajukan dengan alasan bahwa hari Ahad mendatang (11/8/2019) masih berada dalam suasana peringatan apa mereka sebut “Perusakan Kuil 9 Agustus”.

Baca: Israel Siap Bangun Dua Ribu Unit Pemukiman di Tepi Barat

“Hendaknya ada komitmen dan publikasi secara terbuka bahwa warga Yahudi akan diperkenankan masuk ke Aqsa pada hari Ahad, meskipun merupakan hari raya umat Islam, dan hendaknya pula ditambah jadwal kunjung hingga mencakup seluruh jam pagi dan siang sebagai akibat tekanan yang diperkirakan terjadi di gerbang-gerbang, terutama dengan adanya kesulitan berpuasa di hari panas,” bunyi surat itu dalam dua paragraf terakhirnya.

Baca: Puluhan Tawanan Palestina Ancam Lakukan Mogok Makan Tak Terbatas

Hari “Perusakan Kuil” merupakan salah satu hari di mana para ekstremis Yahudi selalu menyerbu Masjid Al-Aqsa dengan jumlah massa lebih dari 1000 orang. Saat itu biasanya Gerbang al-Mugharabah di komplek Masjid Al-Aqsa ditutup.

Para tokoh agama memperingatkan bahaya seruan serbuan ke Masjid Al-Aqsa oleh kelompok ekstremis itu pada hari raya umat Islam dan menyebutnya sebagai preseden yang sangat berbahaya. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*