Ramallah,LiputanIslam.com-Empat puluh tawanan di penjara-penjara Rezim Zionis pada hari Minggu (4/8) mengumumkan, mereka berniat melakukan mogok makan tanpa batasan waktu.

Dilanir dari situs berita Quds, 40 tawanan itu adalah anggota kelompok al-Jabhat al-Shaabiyah. Ultimatum ini adalah dukungan untuk para tawanan yang telah melakukan mogok makan selama 35 hari untuk menuntut kejelasan soal penahanan mereka.

Para tawanan itu menyatakan, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi hingga Minggu, mereka akan mulai mogok makan tanpa batas waktu sejak Senin pagi ini (5/8).

Baca: Israel Klaim Ada Komunikasi Rahasia UEA dan Saudi dengan Iran

Jika 40 tawanan ini bergabung, jumlah tawanan yang melakukan mogok makan akan mencapai 69 orang. Mereka menamakan tindakan itu sebagai ‘perang persatuan dan tekad.” Tujuannya adalah untuk mengakhiri kebijakan penangkapan sementara tanpa ada kejelasan.

Jumlah tawanan yang berniat melakukan mogok makan bertambah sejak pekan lalu. Pada minggu lalu, Hasan Abdurobbih (juru bicara komite tawanan Palestina) mengabarkan, 19 tawanan Palestina akan melakukan mogok makan, dan jumlah itu meningkat menjadi 40 orang.

Dua bulan lalu puluhan tawanan Palestina di penjara Eskolan di selatan Tanah Terjajah juga melakukan mogok makan untuk menuntut perbaikan kondisi mereka.

Menurut komite tawanan Palestina yang berafiliasi kepada PLO, sekira 5.700 warga berada di penjara-penjara Rezim Zionis. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Israel Gelar Latihan Militer Terbesar dekat Gaza Sejak 2014

Saudi Berencana Impor Gas Alam dari Israel

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*