Beirut, LiputanIslam.com –  Pasukan pertahanan udara Libanon menembakkan dua di antara tiga drone Israel yang terbang di angkasa Libanon selatan dekat perbatasan negara ini dengan Israel (Palestina pendudukan 1948).

Sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan drone itu dibidik di angkasa desa Adaisseh di provinsi selatan Nabatieh, Rabu malam (28/8/2019).

Pada akhir pekan lalu,  dua drone Israel juga melesat  di pinggiran selatan Beirut, ibu kota Libanon, tapi kemudian satu diantara terjatuh dan satu lainnya meledak di angkasa.

Peristiwa memancing kegusaran pemerintah dan berbagai pihak di Libanon. Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon dalam statemennya usai rapat pada Selasa lalu mengingatkan bahwa negara ini berhak membela diri dengan segala cara sesuai Piagam PBB.

Baca: Hizbullah: Israel akan Mendapat Serangan Mengejutkan

Rapat itu dipimpin Presiden Michel Aoun dan dihadiri oleh Perdana Menteri Saad Hariri, menteri pertahanan, menteri dalam negeri, menteri luar negeri, menteri keuangan, dan kepala badan keamanan.

“Presiden menekankan perlunya mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon karena merupakan hak yang sah,” bunyi statemen itu.

Kelompok pejuang Hizbullah, Senin, menyebutkan bahwa Israel pada akhir pekan lalu telah mengirim dua drone ke Libanon dalam sebuah misi pemboman.

Baca: Nasrallah: Netanyahu Sedang Menggiring Israel Menuju Jurang Kebinasaan

Menurut Hezbollah, drone pertama jatuh di sebuah gedung yang menampung kantor media Hizbullah di pinggiran Beirut. Drone kedua, yang tampaknya dikirim oleh Israel untuk mencari drone pertama, jatuh di tanah terbuka di dekatnya setelah diledakkan di udara.

Menanggapi peristiwa ini, pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam pidato televisi bersumpah bahwa pihaknya melawan setiap pelanggaran Israel atas zona udara Libanon. (mm/alalam/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*