Beirut, LiputanIslam.com –  Pemimpin kelompok pejuang Hizbullah di Libanon Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa agresi Israel ke Suriah, Libanon, dan Irak merupakan aksi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggiring kaum Zionis menuju jurang kebinasaan.

Hal itu dia nyatakan dalam pidato pada momen peringatan “Hari Pembebasan Libanon” dari pendudukan Israel, Ahad (25/8/2019), sembari memastikan bahwa “sudah bukan saatnya Israel dapat menyerang Lebanon”, dan berjanji untuk menjatuhkan drone Israel yang masuk ke Libanon.

Menurutnya, Israel pada Ahad dini hari lalu telah menerbangkan dua drone ke wilayah Lebanon, dan tersiar kabar bahwa dua drone Israel telah jatuh di Libanon.

Baca: Dua Nirawak Mata-mata Israel Jatuh di Beirut

“Drone pertama masuk ke kawasan sasaran, yaitu drone pengintai yang tidak disertai bahan peledak. Drone ini terbang di ketinggian rendah sehingga berarti bermaksud mengambil gambar sasaran itu secara detail. Kami tidak menjatuhkannya, melainkan beberapa anak muda di daerah itu telah melemparnya dengan batu lalu drone itu terhempas. Entah jatuh karena kerusakan teknis ataupun karena batu itu. Beberapa lama kemudian datang drone ke dua secara ofensif dan menyerang sebuah tempat tertentu, ” terang Nasrallah.

Dia mengingatkan bahwa aksi pelanggaran oleh Israel itu tak dapat dibiarkan karena Israel akan dapat semaunya menerbangkan pesawat nirawaknya ke Libanon.

“Pembiaran atas pelanggaran ini akan menyebabkan terulangnya skenario Irak di Lebanon. Pesawat-pesawat nirawak yang membom markas-markas al-Hashd al-Shaabi di Irak dan (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu berbangga dengannya. Kami di Libanon tidak akan menerima perlakuan seperti ini, dan kami akan melakukan segala sesuatu untuk mencegahnya… Sudah berakhir era di mana Israel membom Lebanon, dan biarlah rezim perampas itu masih aman di Palestina pendudukan,” tegas Nasrallah.

Baca: Pasca Insiden Jatuhnya ‘Drone’, Israel Kirim Jet Tempurnya ke Lebanon

Dia menjelaskan bahwa tindakan Israel di pinggiran Libanon pada dini hari Ahad itu adalah “serangan drone bunuh diri terhadap sebuah sasaran di pinggiran selatan Beirut dan merupakan  yang pertama kalinya sejak 14 Agustus 2006.”

Mengenai serangan Israel ke pinggiran Damaskus, ibu kota Suriah belum lama ini, Nasrallah menjelaskan bahwa sasarannya adalah sebuah rumah di distrik Aqraba.

“Netanyahu berbagga atas apa yang dia lakukan itu, dan menyatakan bahwa sasarannya adalah markas Pasukan Quds dan bahwa targetnya adalah orang-orang Iran, lalu dia berlagak sebagai pahlawan nasional terdepan nan gagah berani. Padahal dia berbohong kepada rakyatnya, dan menjual kepada mereka pernyataan-pernyataan palsu dan tak faktual. Kemarin pasukan Israel menyerang ‘markas Hizbullah’, padahal hanyalah sebuah rumah yang di dalamnya tidak ada orang kecuali beberapa pemuda Libanon dari Hizbullah, dan di situ telah gugur dua syahid Yasir Dahir dan Hassan Zabib,” papar Nasrallah.

Nasrallah kemudian mengingatkan kepada orang-orang Israel, “Netanyahu telah berkampanye pemilu dengan darah kalian, mendatangkan api dari semua tempat, api Irak, Suriah dan Lebanon. Netanyahu telah menggiring kalian menuju jurang kebinasaan, dan bisa jadi dia akan menjerumuskan kalian ke jurang ini.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*