Teheran, LiputanIslam.com –   Seorang pejabat senior bidang teknologi tinggi Iran menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan kedirgantaraan negara republik Islam ini akan menjadi pemasok suku cadang untuk pesawat dalam tempo tujuh tahun ke depan.

Manuchehr Manteqi, yang mengepalai departemen pemerintah Iran untuk transportasi mutakhir, Ahad (4/8/2019), mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan itu telah berhasil memperoleh sertifikat dan lisensi internasional untuk pembuatan suku cadang pesawat, dan bahwa Iran dapat mencapai tahap di mana ia bahkan dapat mengekspor suku cadang ke negara lain.

“Dengan tren ini kami berharap bahwa dalam tujuh tahun ke depan kami dapat membuat dan bahkan memasok suku cadang pesawat terbang ke negara-negara lain agar sesuai dengan posisi negara-negara Eropa,” tuturnya kepada IRNA.

Baca: Menlu Iran Dikenai Sanksi Setelah Menolak Ajakan Pertemuan Dengan Presiden AS

Dia menambahkan perusahaan Iran berhasil memproduksi “sebagian” suku cadang yang pasokannya ke Iran terbatasi oleh sanksi AS.

Dia mengatakan pencapaian itu menempatkan Iran pada jajaran beberapa negara di dunia yang telah menguasai pengetahuan untuk memproduksi suku cadang pengganti untuk pesawat terbang.

Maskapai penerbangan Iran telah menggalakkan operasi perbaikannya sejak AS memberlakukan kembali serangkaian sanksi terhadap Iran pada November 2018 yang menyebabkan para pembuat pesawat terkemuka di dunia berhenti menawarkan layanan pemeliharaan mereka kepada Iran.

Operator penerbangan terbesar Iran, Homa, pada bulan lalu mengatakan bahwa teknisinya telah merombak mesin Airbus lama untuk mengembalikannya ke layanan dalam waktu kurang dari 24 jam di tengah kesibukan musim perjalanan para peziarah Iran.

Baca: Diduga Selundupkan BBM, Iran Sita Tanker Asing di Teluk Persia

Para pejabat Iran mengatakan mesin yang dipasang pada A300-600 telah sepenuhnya dirombak dan dirakit oleh para insinyur Homa.

Para ahli percaya industri kedirgantaraan Iran justru akan mendapat banyak manfaat dari sanksi AS karena banyak perusahaan di negara ini akan berupaya untuk mengandalkan insinyur dan teknisi dalam negeri, yang biasanya berimigrasi untuk mencari pekerjaan di negara-negara Barat. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*