Beirut, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Libanon Gebran Bassil menyatakan negaranya tidak akan memenuhi undangan Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri sebuah konferensi ekonomi di Bahrain dengan alasan bahwa Palestina tidak menghadiri pertemuan ini.

Media Libanon, Selasa (11/6/2019)  memberitakan hal ini dengan mengutip pernyataan Bassil dalam wawancara dengan saluran CNN.

“Di Libanon ada tanah-tanah yang diduduki dan di dalamnya terdapat sejumlah pengungsi Palestina sejak tahun 1948, sehingga tidaklah wajar jika Libanon tidak diajak berkonsultasi mengenai apa yang disebut rencana perdamaian,” ungkapnya.

Baca: AS Tekan Negara-negara Arab untuk Hadiri Konferensi Bahrain

Bassil menekankan bahwa Israel harus diyakinkan bahwa “mencapai perdamaian tidak bisa dilakukan dengan kekuatan, melainkan dengan pengembalian hak Libanon dan Suriah serta pengakuan atas hak orang-orang Palestina dengan negara.”

Baca: Militer Israel Gelar Latihan untuk Rebut Desa di Lebanon

Dia kemudian menegaskan, “Kami tidak akan berpartisipasi dalam konferensi Bahrain karena Palestina tidak berpartisipasi, dan kami lebih memilih untuk memiliki gagasan yang jelas tentang rencana perdamaian yang diusulkan… Kami tidak diajak berkonsultasi mengenai (rencana ini).”

Times of Israel juga memberitakan pernyataan Bassil ini sembari menyebutkan bahwa “penolakan terhadap lokakarya ekonomi yang disponsori AS itu dinyatakan beberapa jam setelah Yordania, Mesir, dan Maroko memberi tahu pemerintahan Presiden AS Donald Trump bahwa mereka akan berpartisipasi dalam konferensi tersebut.” (mm/alalam/timesofisrael)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*