Washington,LiputanIslam.com-Kanal 13 Israel mengabarkan, Gedung Putih tengah menekan keras negara-negara Arab dan Islam untuk menghadiri konferensi ekonomi tentang Palestina di Bahrain.

Dalam laporan itu disebutkan, konferensi yang digagas AS itu terlihat rapuh dan dihadapkan dengan sejumlah kendala. Meski konferensi itu akan diadakan 2 pekan lagi, sejauh ini Rezim Zionis belum mendapat undangan resmi.

Seorang pejabat Israel mengatakan kepada Kanal 13, Jared Kushner (penasihat presiden AS) memberitahu Benyamin Netanyahu bahwa AS masih menunggu konfirmasi kehadiran negara-negara, terutama negara Arab dan Islam, di konferensi Bahrain. Jika sudah ada konfirmasi, Rezim Zionis baru akan diundang secara resmi.

Menurut stasiun televisi Israel ini, AS terutama mengkhawatirkan partisipasi Mesir dan Yordania. Meski kedua negara telah ditekan keras oleh Gedung Putih untuk datang ke Bahrain, namun hingga kini Kairo dan Amman belum mengkonfirmasi kehadiran mereka. Di lain pihak, Palestina juga menghimbau negara-negara Arab untuk absen dalam konferensi Bahrain, atau setidaknya hanya hadir dalam level rendah.

Pekan lalu, Netanyahu dikabarkan menginstruksikan kepada Moshe Kahlon (menteri ekonomi Israel) untuk hadir di Bahrain, jika Israel telah mendapatkan undangan. Kahlon sendiri berencana berbicara dengan Steven Mnuchin (menteri ekonomi AS) dan Kushner sebelum konferensi dimulai.

Sejauh ini, Gedung Putih dan kantor perdana menteri Rezim Zionis belum menanggapi berita ini.

Konferensi Bahrain akan diadakan pada tanggal 25-26 Juni di Manama, ibukota Bahrain. Pertemuan itu akan dihadiri para menteri ekonomi serta petinggi korporasi dagang regional dan internasional. Konferensi itu digagas dan diatur oleh Kushner beserta Jason Greenblatt (wakil AS untuk urusan Timteng). (af/alalam)

Baca:

Hamas Kecam Upaya Normalisasi Hubungan Arab-Israel dan Konferensi Bahrain

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*