Foto yang diambil dari Desa Ramyeh, Lebanon, memperlihatkan pos militer Israel di sepanjang perbatasan. (Photo by AFP)

Tel Aviv, LiputanIslam.com–Para calon perwira di sebuah akademi militer Israel mengikuti latihan untuk menduduki sebuah desa di Lebanon dalam perang di masa depan. Demikian laporan dari kantor berita Channel 12 Israel.

Latihan tersebut melibatkan pasukan infanteri, korps bersenjata, angkatan udara, dan pasukan intelijen. Di dalam program ini, para calon perwira berlatih menyimulasikan pertempuran melawan kelompok-kelompok peluncur rudal dan pertempuran bawah tanah di terowongan dan bunker yang menjadi tempat sembunyi pasukan musuh.

“Kami tidak akan memasuki setiap desa [dalam konflik di masa depan],” kata Letnan Jenderal Benny Aharon, yang mengawasi pelatihan ini.

“Kita akan memilih target yang kita butuhkan untuk menaklukkan dan menyerang tempat-tempat yang akan membantu kita mengalahkan musuh – tempat-tempat yang menjadi pusat gravitasi,” lanjutnya.

Pada bulan lalu, pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, memperingatkan Israel agar tidak melancarkan agresi militer ke Lebanon.

“Rezim Zionis [sebetulnya] takut melancarkan perang baru, bahkan di Jalur Gaza yang terkepung, apalagi Lebanon. Seluruh batalion Israel akan dihancurkan di bawah mata media arus utama dan seluruh dunia, jika mereka berani memasuki Lebanon,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Hizbollah tidak akan berkompromi atas satu titik pun tanah Lebanon. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*