Washington, LiputanIslam.com –   Presiden AS Donald Trump menolak permintaan PBB agar Polisi Federal AS, FBI, menyelidiki kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi.

Pada pekan lalu Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi ekstra-Yudisial, Agnes Callamard, merilis laporan mengenai pembunuhan itu dan menyebutkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) harus tunduk kepada penyelidikan tindak pidana. Callamard lantas meminta antara lain supaya FBI melakukan penyelidikan dan “menindak lanjuti tuntutan pidana di AS secara tepat”.

Baca: PBB: Ada Bukti Bin Salman Terkait Dengan Pembunuhan Pembunuhan Khashoggi

Dalam wawancara dengan NBC, Minggu (23/6/2019), saat menanggapi pertanyaan berulang kali apakah FBI akan diizinkan melakukan penyelidikan, Trump mengatakan, “Saya pikir itu telah diselidiki secara intensif…  Jika Anda melihat Arab Saudi maka lihatlah Iran dan negara-negara lain, saya tidak akan menyebut nama, dan lihatlah apa yang terjadi.”

Dia kemudian menyebutkan bahwa Saudi adalah pembeli utama alutsista dari AS.

“Jika mereka (Saudi) tidak membeli dari kita maka mereka akan menjalin transaksi dengan Rusia atau Cina. Kita harus mendapatkan uang mereka… Mereka membela banyak sekali senjata kita senilai $150 miliar, dan jika mereka tidak membeli perlengkapan dari kita maka mereka akan membelinya dari Cina dan Rusia,” ujarnya.

Dia menambahkan, “AS adalah pembeli besar produk-produk AS, dan memberiku kesempatan untuk banyak pekerjaan, berbeda dengan negara-negara lain, yang tidak memiliki harta, sehingga kitalah yang malah menyokong segalanya secara materi, dan ini berarti banyak hal bagi saya.”

Baca: Kushner kepada Bin Salman: Hentikan Eksekusi untuk Sementara

AS membela Saudi sepenuhnya, termasuk di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai perang Saudi terhadap Yaman dan pembunuhan Khashoggi.

Saudi menolak laporan PBB tersebut sembari berdalih bahwa pemimpin Saudi tidak punya peran apapun dalam pembunuhan Khashoggi di Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul, Turki, dan Saudi sendiri juga sudah mulai mengadili 11 tersangka yang lima di antaranya diancam hukuman mati. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*