Aden, LiputanIslam.com –   Puluhan pasukan, satu di antaranya komandan, pro-Saudi dan loyalis presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi tewas terkena serangan mematikan militer Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi), Kamis (1/8/2019).

Saluran TV Al-Masirah milik Ansarullah melaporkan bahwa serangan dengan rudal dan drone itu telah menghantam kamp militer Jala di barat kota Aden ketika “pasukan bayaran” menggelar parade militer.

Militer Yaman menyatakan bahwa sebuah drone Qasef K2 dan rudal balistik jarak menengah telah digunakan dalam operasi serangan yang bertujuan menghancurkan pasukan lawan itu.

Jurubicara militer Ansarullah mengatakan bahwa parade militer itu digelar pasukan pro-Saudi sebagai persiapan untuk serangan di provinsi Taiz dan Dalea yang berada di bawah kendali Ansarullah.

Baca: 14 Orang Meninggal Akibat Serangan Koalisi Saudi di Yaman

Saluran TV Al Arabiya al-Hadath milik Saudi menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 40 orang, sementara sebuah sumber militer mengkonfirmasi kematian seorang komandan loyalis Mansour Hadi.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa “sekelompok pasukan (loyalis Hadi) menangisi mayat yang diyakini sebagai komandan”.

Dalam serangan balasan terpisah di hari yang sama, militer Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah menggempur sebuah pangkalan militer di kota Dammam, Provinsi Timur Arab Saudi, dengan rudal balistik, namun tidak atau belum ada laporan mengenai korban dan kerusakan yang mungkin jatuh akibat serangan ini.

Baca: PBB Tetapkan Saudi dan Israel Sebagai Rezim Pembunuh Anak-Anak

Militer Yaman dan para pejuang Ansarullah belakangan ini meningkatkan serangan balasan mereka untuk memaksa Saudi agar menghentikan invasi militernya ke Yaman.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya menginvasi Yaman sejak Maret 2015 dengan dalih demi memulihkan pemerintahan Mansour Hadi dan membasmi Ansarullah.

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa invasi militer yang dipimpin Saudi telah merenggut nyawa lebih dari 60.000 warga Yaman sejak Januari 2016. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*