Seorang anak Yaman menderita malnutrisi akibat agresi militer Saudi. Sana’a, 22 Juni 2019. (Photo by AFP)

New York, LiputanIslam.com–PBB kembali menetapkan Arab Saudi ke dalam daftar hitam rezim pembunuh anak untuk tiga tahun berturut-turut atas agresi militer yang mereka lakukan di Yaman.

Menurut laporan dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, agresi militer koalisi pimpinan Saudi telah menewaskan atau melukai 729 anak-anak Yaman selama tahun 2018 saja.

Selain Saudi, PBB juga merilis laporan yang menyingkap kejahatan rezim Israel terhadap anak-anak. Rezim zionis ini disebutkan telah membunuh 59 anak Palestina dan melukai 2.756 pada tahun lalu.

Guterres mendesak Israel untuk segera mengakhiri penggunaan kekuatan yang berlebihan kepada anak-anak yang tak bersalah.

“Saya mengutuk peningkatan jumlah korban anak-anak, yang seringkali diakibatkan oleh serangan [Israel] di kawasan padat penduduk… seperti sekolah dan rumah sakit,” tutur Guterres di dalam laporan yang dibuat oleh duta UN Children and Armed Conflict, Virginia Gamba.

Sejumlah diplomat dunia menyebutkan bahwa Saudi dan Israel telah melancarkan tekanan dalam beberapa tahun terakhir agar bisa keluar dari daftar hitam PBB ini. Namun, upaya mereka tidak berhasil.

Menanggapi laporan tersebut, Duta Besar Saudi untuk PBB Abdadllah Al-Mouallimi mengklaim bahwa “kehidupan setiap anak sangat dihargai” oleh kerajaan. Ia juga mempertanyakan sumber dan keakuratan laporan, dan menyebut angka-angka korban anak itu “berlebihan.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*