Teheran, LiputanIslam.com –  Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Laksamana Ali Shamkhani dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi di Teheran, Senin (2/12/2019), menyatakan bahwa keberlanjutan perang di Yaman tidak akan menguntungkan siapapun kecuali pihak asing, dan karena itu Arab Saudi dan sekutunya “hendaknya menyerah kepada resistensi rakyat Yaman”.

Shamkhani menegaskan, “Berlanjutnya perang di negara ini (Yaman) merupakan satu contoh konflik bermotif agresi dan pembangkitan kekacauan yang menjadi corak kekuatan-kekuatan hegemonik dan para antek regionalnya.”

Shamkhani menilai AS gagal menggalang “aliansi internasional” di Teluk Persia dengan dalih penegakan keamanan.

“Aliansi regional sendiri yang berkomitmen mencegah intervensi asing dapat mengatasi berbagai persoalan dan menegakkan keamanan secara parmanen… Negara (AS – red.) yang sama sekali tidak konsisten kepada perjanjian-perjanjian internasional tidaklah bisa dipercaya, baik berkenaan dengan Iran maupun mengenai perlakuan terhadap negara-negara lain,” ujarnya.

Baca: Dikunjungi Menlu Oman, Menlu Iran Nyatakan Menyambut Baik Segala Upaya De-eskalasi

Di pihak lain, Yusuf bin Alawi mengaku gembira atas pertukaran pendapat Iran-Oman mengenai isu-isu bilateral dan regional, dan menilai bahwa ketegangan di kawasan tidak akan menguntungkan negara manapun di Teluk Persia sehingga sudah seharusnya dicegah dan tidak dibiarkan terus melebar.

Baca: Penjualan Minyak Iran Tetap Berlanjut Meski Ditekan Sanksi AS

Dia juga menyebutkan bahwa untuk mewudukan keamanan yang permanan di kawasan ini diperlukan adanya kesepakatan, saling pengertian, dan  penyelesaian kesalah fahaman antarnegara regional.

“Kerajaan Oman selalu siap mengerahkan segenap upayanya untuk mengatasi ketegangan dan menggalang dialog konstruktif antarnegara reginal,” ujar Yusuf bin Alawi. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*