Sumber: Sputnik

Tehran,LiputanIslam.com—Iran adalah negara eksportir minyak kelima terbesar di dunia. Namun, Republik Islam itu tidak bisa menjual minyaknya secara maksimal akibat blokade dari negara-negara Barat, usai Amerika menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Iran. Amerika ingin “menghabisi” ekspor minyak Iran hinggal mencapai nol.

Wakil Presiden Iran, Eshaq Jahangiri, mengklaim Iran masih tetap bisa menjual minyaknya meski  di tengah gelombang sanksi yang dijatuhkan Amerika.

“Di tengah tekanan Amerika, dan sanksi yang dijatuhkannya terhadap ekspor minyak kami, kami masih tetap bisa menjual minyak dengan cara lain. Bahkan, di saat negara-negara sahabat telah berhenti membeli minyak kami karena takut dengan sanksi Amerika,” ucap Jahangiri.

Ia menyebut Amerika telah gagal membuat ekspor minyak Iran menjadi nol, seperti yang telah direncakan sebelumnya.

Komentar ini disampaikan usai Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo, mengatakan pada November lalu bahwa Washington akan mengakhiri gelombang sanksinya pada 15 Desember mendatang dan meminta agar Tehran segera menghentikan aktivitas pengayaan uraniumnya.

Baca: Suku-suku Irak Turun ke Jalan Hadapi Perusuh

Sanksi-sanksi yang dijatuhkan Amerika telah menghalangi aktivitas ekspor minyak Iran, sebagai sumber pendapatan utama Republik Islam tersebut. Tak hanya minyak, Amerika juga menargetkan sektor industri metal, finansial, perbankan, perdagangan, pengembangan senjata, larangan bepergian, dan pembekuan aset para petinggi Iran. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*