Gaza,LiputanIslam.com-Hamas pada hari Senin (9/9) lalu merilis statemen soal ditahannya seorang petingginya, Muhammad al-Khudri. Al-Khudri sudah ditahan selama beberapa bulan di Saudi, dan Hamas menuntut agar ia segera dibebaskan.

Al-Khudri telah bermukim di Saudi selama tiga dekade. Selain kewarganegaraan Palestina, dia juga memiliki kewarganegaraan Kuwait.

Menurut laporan al-Akhbar, Hamas berupaya untuk membebaskan al-Khudri dan para tahanan lain tanpa hiruk pikuk media. Mereka bahkan meminta bantuan Muhammad Dahlan, mantan anggota kelompok Fatah. Namun, upaya Hamas tetap gagal. Bahkan Riyadh mengajukan syarat-syarat yang tidak bisa diterima Hamas.

Baca: Hamas Nyatakan Salah Satu Tokohnya Ditahan oleh Saudi

“Lebih buruk lagi, Saudi menggunakan info-info dari sumber Israel dalam menginterogasi para tahanan yang berjumlah lebih dari 60 orang,”tulis al-Akhbar.

Berdasarkan laporan harian Lebanon ini, syarat dari Riyadh adalah Hamas harus bersikap lunak terhadap proyek Deal of The Century, serta mengubah hubungannya dengan Iran dan Qatar.

“Tekanan Riyadh dalam hal ini berdasarkan permintaan Israel dan AS, serta informasi biro keamanan Israel ihwal sumber dana Hamas. Sebagian besar dana Hamas (menurut info dari Israel) diperoleh dari pihak-pihak Saudi,”demikian al-Akhbar melansir dari sejumlah sumber.

Dalam statemennya, Hamas menyatakan telah bungkam terhadap masalah penahanan ini selama 5,5 bulan. Tujuannya adalah agar bisa membebaskan al-Khudri melalui mediasi dan jalur diplomatik kegaduhan media. Namun, karena upaya ini gagal, Hamas terpaksa merilis statemen yang meminta pembebasan al-Khudri, putranya, dan semua warga Palestina yang ditahan Saudi. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Ihwal Insiden Netanyahu Kabur Mendengar Sirine, Israel Salahkan Iran

Iran Sebut Retorika Kontroversial Netanyahu Hanya Kampanye Politik

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*