Muscat,LiputanIslam.com-Dalam pertemuan dengan dubes Inggris untuk Yaman, juru bicara Ansharullah mengatakan,”Hingga kini tanggapan koalisi Saudi terhadap tawaran perdamaian hanya berupa statemen kabur dan belum sampai ke level yang seharusnya.”

“Kami tegaskan bahwa tawaran perdamaian yang dilontarkan Mahdi al-Mashat (ketua dewan tinggi politik Ansharullah) dilontarkan dengan itikad baik dan penegasan untuk berdamai,”kata Muhammad Abdussalam kepada Michael Aron, Minggu (6/10) di Muscat.

Baca: Yaman: 120 Rumah Sakit dan 3000 Klinik Kesehatan di Ambang Bencana

Al-Mashat pada 20 September lalu menyatakan, pihaknya akan menghentikan serangan nirawak dan rudal ke Saudi secara bersyarat. Dia berharap, tawaran ini mendapat respon positif dari koalisi Saudi.

“Berlanjutnya penahanan tanker oleh koalisi di Laut Merah bertentangan dengan perjanjian Stockholm,”imbuh Abdussalam.

“Kami siap bekerjasama untuk memperbaiki kapal tanker Safir, meski musuh menghalangi pengiriman BBM untuk tanker itu,”tandas Abdussalam, seperti dilansir al-Masirah.

Menurutnya, masalah yang dialami tanker Safir disebabkan tindakan koalisi Saudi yang tak bertanggung jawab, sehingga menimbulkan masalah lingkungan hidup di Laut Merah.

Tanker Safir telantar di pesisir Yaman dengan membawa muatan 1 juta barel minyak. Sebelum ini, para pejabat Yaman memperingatkan, tanker itu bisa menjadi sumber bencana lingkungan hidup bagi Laut Merah dan sebagian Teluk Persia. (af/alalam)

Baca Juga:

‘Iran Akan Gunakan Segala Kemungkinan untuk Mengekspor Minyak’

Hindari Selat Hormuz, Iran Ungkap Proyek Pembangunan Pipa Minyak Senilai $1.8 Milyar

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*