Beirut,LiputanIslam.com-Sekjen Hizbullah menyatakan, kemenangan yang diraih kelompoknya di Perang 33 Hari adalah sebuah kemenangan ilahiah dan tidak punya penafsiran lain.

Sayyid Hasan Nasrullah membeberkan alasan Donald Trump urung menyerang Iran. Menurutnya, Trump tahu kekuatan dan keberanian Iran. Itu dibuktikan dengan tindakan Iran yang menembak jatuh nirawak mata-mata AS dan menahan kapal Inggris Stena Impero.

“Tiadanya pernyataan perang AS atas Iran adalah sebuah pencapaian penting. Ini membuktikan bahwa Trump menyadari kekuatan Iran,”imbuhnya.

Baca: Israel Larang Dua Wanita Muslim Anggota Kongres Mengunjungi Yerusalem

Sayyid Nasrullah menegaskan, memerangi Iran sama saja dengan memerangi semua Poros Resistansi dan membakar keseluruhan kawasan.

“Perang atas Lebanon pada 2006 dilakukan demi menciptakan Timur Tengah Baru dan melengkapi perang AS di kawasan. Perang 33 Hari dimaksudkan untuk menghancurkan Poros Resistansi, menggulingkan pemerintahan Suriah, dan meneguhkan invasi AS di Irak. Jika Israel tetap melanjutkan perang (dengan Hizbullah), mereka akan menghadapi bencana besar. Di sisi lain, kami memutuskan untuk menghentikan perang lantaran kondisi buruk kemanusiaan dan sosial yang diakibatkannya,”kata Sayyid Nasrullah.

Sayyid Nasrullah juga memberi peringatan kepada pihak-pihak yang berniat menyerang Hizbullah. Dia menegaskan, fasilitas yang dimiliki Hizbullah saat ini sangat jauh berbeda dengan tahun 2006 dahulu.

Seraya bersyukur bahwa Hizbullah adalah bagian dari Poros Resistansi, Sayyid Nasrullah menyatakan, harga yang harus dibayar demi perlawanan lebih ringan daripada harga yang harus diberikan karena menyerah kepada musuh. (af/alalam)

Baca Juga:

Rouhani Nyatakan Iran Siap Hadapi “Pertempuran Sengit dan akan Menang”

Hamas: Iran Tidak Pernah Sungkan Membantu Palestina

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*