Damaskus,LiputanIslam.com-Dilansir dari harian Okaz, kendati AS dan Turki pada Kamis malam (17/10) menyepakati gencatan senjata di utara Suriah  selama 5 hari, namun konflik senjata masih terus berlangsung di kawasan itu.

Kelompok bersenjata yang lazim disebut Syrian Democratic Forces (SDF) menyatakan, hingga kini sudah 25 orang terbunuh sejak diumumkannya gencatan senjata di utara Suriah.

Baca: Jika Tak Segera Mundur, Erdogan Ancam Bantai Pasukan Kurdi

Mike Pence (wapres AS) pada hari Kamis (17/10) mengumumkan, Ankara dan Washington telah menjalin kesepakatan untuk memberlakukan gencatan senjata selama lima hari di utara Suriah.

“Operasi militer akan dihentikan selama 120 jam. Di waktu yang bersamaan, AS akan melapangkan jalan keluar untuk pasukan YPG dari kawasan aman. Setelah tahap ini, Turki setuju untuk mempermanenkan gencatan senjata,”kata Pence.

Wapres AS juga menyatakan, negaranya berkomitmen untuk membatalkan sanksi atas Turki setelah gencatan senjata dipermanenkan.

Dalam jumpa pers berikutnya, Mevlut Cavusoglu (menlu Turki) menyatakan, kesepakatan Ankara-Washington bukan gencatan senjata, tapi “penangguhan operasi militer.” Dia menegaskan, Turki tetap melanjutkan upayanya untuk mengontrol kawasan perbatasan. (af/fars)

Baca Juga:

Iran Sebut Upaya Meruntuhkan Industri Minyaknya Menuai Kegagalan

Sekjen Hizbullah: Jika Waktunya Tiba, Kami Juga akan Turun ke Jalan

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*