London,LiputanIslam.com-Pemimpin baru Partai UKIP (United Kingdom Independence Party) merilis statemen berlatar belakang Islamophobia yang kontroversial. Richardh Braine menghendaki agar memiliki dan membaca Alquran dilarang di Inggris.

Braine mengklaim, bertambahnya tingkat kekerasan di Inggris sedikit banyak berkaitan dengan Islam.

BacaInggris Mulai Kirim Kapal Perang ke Teluk Persia

Dia menambahkan, Inggris bukan hanya harus keluar dari Uni Eropa, tapi juga harus keluar dari badan-badan lain.

Braine menyatakan, dia menuntut agar pembacaan Alquran dilarang di Inggris karena kitab suci Islam ini mengajak orang kepada “kekerasan dan pembunuhan.”

Dia juga menolak menerima bahwa ujaran kebencian juga menyebabkan bertambahnya kekerasan di negaranya.

Statemen kontroversial Braine dilontarkan di tengah pemberitaan The Guardian soal riset yang dilakukan Boris Johnson (PM Inggris) pada tahun 2007. Riset yang dibuat Johnson mencerminkan pandangan Islamophobianya.

Dalam risetnya, Johnson mengklaim bahwa Dunia Islam tertinggal berabad-abad dari Barat karena ajaran Islam.

Di tahun lalu, Johnson juga menyerupakan para wanita yang mengenakan burqa dengan para perampok bank atau kotak pos.

Di sisi lain, James Cleverly (anggota Partai Konservatif Inggris) mengklaim, PM Inggris akan melaksanakan janji yang ia sampaikan saat kampanye dahulu. Menurutnya, Johnson akan mengadakan penyelidikan resmi soal dugaan Islamophobia di kalangan petinggi Partai Konservatif. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Inggris Putuskan Bergabung dengan Koalisi Anti-Iran di Teluk

Seperti Jerman, Spanyol Tak Mau Bergabung dengan AS di Teluk Persia

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*