Damaskus,LiputanIslam.com-Seorang pejabat AS pada hari Sabtu (19/10) mengklaim, Turki telah melanggar kesepakatan gencatan senjata di utara Suriah.

Kepada CNN, pejabat itu mengatakan bahwa pasukan yang didukung Turki melakukan serangan pada Jumat pagi (18/10), yaitu hari pertama diberlakukannya gencatan senjata.

Dia mengklaim, milisi Kurdi (SDF) diserang padahal mereka sudah menghentikan operasi militer.

Menurut pejabat tersebut, ada dua kemungkinan: (1) Turki tidak bisa mengendalikan pasukan yang didukungnya; (2) Ankara memang tidak peduli apa yang dilakukan pasukan dukungannya.

Baca: Erdogan Lontarkan Ancaman ke Damaskus

Sebelum ini, CNN mengutip dari dua pejabat AS bahwa “gencatan senjata antara Suriah dan Turki tidak berjalan.” Kemungkinan yang dimaksud dengan “Suriah” adalah milisi Kurdi.

CNN melaporkan, belum jelas pihak mana yang menyerang terlebih dahulu. Namun milisi Kurdi dan pasukan dukung Turki saling menuding pihak lain telah melanggar gencatan senjata.

Mike Pence (wapres AS) pada hari Kamis (17/10) mengumumkan, Ankara dan Washington telah menjalin kesepakatan untuk memberlakukan gencatan senjata selama lima hari di utara Suriah.

“Operasi militer akan dihentikan selama 120 jam. Di waktu yang bersamaan, AS akan melapangkan jalan keluar untuk pasukan YPG dari kawasan aman. Setelah tahap ini, Turki setuju untuk mempermanenkan gencatan senjata,”kata Pence.

Wapres AS juga menyatakan, negaranya berkomitmen untuk membatalkan sanksi atas Turki setelah gencatan senjata dipermanenkan.

Dalam jumpa pers berikutnya, Mevlut Cavusoglu (menlu Turki) menyatakan, kesepakatan Ankara-Washington bukan gencatan senjata, tapi “penangguhan operasi militer.” Dia menegaskan, Turki tetap melanjutkan upayanya untuk mengontrol kawasan perbatasan. (af/fars)

Baca Juga:

Zarif: Eropa Terbukti tidak Mampu Penuhi Komitmen JCPAO

Militer AS Hancurkan Sisa-sisa Senjatanya di Suriah

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*