Washington,LiputanIslam.com-Menteri pertahanan AS mengaku, tak ada proposal penahanan tanker Iran di atas mejanya.

Tanker yang awalnya bernama Grace 1 ini diubah menjadi Adrian Darya usai dibebaskan. Pasukan marinir Inggris menahan tanker itu sekira 2 bulan lalu dan akhirnya dibebaskan pemerintah lokal Gibraltar.

“Kami tidak bicara soal program-program kami. Tapi saat ini, tidak ada program penahanan tanker ini di meja saya,”kata Mark Esper saat ditanya wartawan di London, Kamis (5/9).

Washington telah memperingatkan negara-negara lain agar tidak membantu Adrian Darya. Kementerian keuangan AS mengumumkan, bantuan apa pun yang diberikan kepada tanker Iran, termasuk pengisian bahan bakar, akan diancam dengan sanksi AS.

Baca: Sudah Waktunya Trump Akui Kekalahan

Menurut pengakuan sejumlah pejabat AS kepada Reuters, Washington tidak membahas aksi militer (seperti masuk secara paksa) atas tanker Iran. Sebab, tindakan ini bisa meningkatkan ketegangan.

Esper mengaku, dia mendukung saran Prancis dan negara-negara lain untuk berunding dengan Iran.

“Menurut saya, jika Prancis dan negara lain bisa membawa Iran ke meja perundingan, ini langkah yang sangat baik. Namun, ini bukan wewenang saya, tapi kemenlu,”ujar Esper.

Financial Times pada hari Rabu (4/9) melaporkan, Brian Hook (wakil AS untuk urusan Iran) mengirim surel tidak lazim kepada nakhoda Adrian Darya. Hook meminta agar tanker itu dibawa ke perairan negara yang memungkinkan AS untuk menahannya.

Kabar ini dikonfirmasi oleh jubir kemenlu AS dalam wawancara dengan Washington Free Beacon. Dia mengatakan, permintaan ini dilayangkan untuk mengganggu aktivitas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

“IRGC mengirim muatan minyak senilai puluhan juta dolar ke Suriah dan titik-titik lain,”klaimnya. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Koalisi Saudi-UEA Laporkan Keberadaan “Senjata Iran” di Yaman Kepada AS

Zarif Sebut Departemen Keuangan AS “Sipir Penjara”

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*