Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif. Sumber: Al-Jazeera

Tehran,LiputanIslam.com—Sehari pasca Washington menjatuhkan sanksi terbarunya terhadap aktivitas minyak Iran, Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif, menulis di twitter pada Kamis (5/9), menyebut Departemen Keuangan AS seperti “Sipir Penjara”.

“Kantor Pengendalian Aset Asing Departemen Keuangan AS (OFAC), tidak lebih dari sipir penjara. Jika Minta penangguhan hukuman, Anda akan diasingkan. Jika berani meminta lagi, mungkin Anda akan berakhir di tiang gantungan,” tulis Zarif.

Pada Rabu (4/9) kemarin, Amerika Serikat memasukkan beberapa jaringan perusahaan, kapal, dan individu ke dalam daftar hitam. Walau tak memiliki bukti, Amerika menuduh mereka akan menyuplai minyak ke Suriah.

Sejak 2015 lalu, Trump memulai gelombang sanksi ekonomi terhadap Iran usai negara itu keluar dari perjanjian nuklir JCPOA. Sanksi itu di antaranya adalah menekan habis penjualan minyak Iran, berharap Republik Islam tak lagi memiliki pendapatan utama.

“Satu-satunya cara melepaskan diri dari teror ekonomi AS yaitu dengan membebaskan diri secara penuh dari jeratan si algojo,” tambah Zarif.

Baca: Sanksi AS atas Iran Mengancam Nyawa Pasien Kanker

Merespon sanksi yang dijatuhkan AS, Iran mulai mengurangi sebagian komitmennya di JCPOA. (fd/RT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*