Washington,LiputanIslam.com-Menteri pertahanan AS dalam sebuah konferensi pers kembali menuding Iran sebagai pelaku serangan ke kilang minyak Aramco.

“Jelas bahwa Iran bertanggung jawab dalam serangan ke fasilitas minyak Saudi. Para sekutu kami, seperti Inggris, Prancis, dan Jerman, sepakat dalam hal ini dan telah mengutarakannya secara terbuka,”ujar Mark Esper.

Menurutnya, AS telah menginstruksikan penempatan dua skuadron jet tempur dan personel-personel terkait di Saudi guna mendukung negara itu.

“Perilaku destruktif Iran adalah bagian dari kampanye besarnya untuk mengacaukan stabilitas Timur Tengah dan mengganggu ekonomi dunia,”klaimnya.

Baca: Di Mata AS, Turki Belum Melewati “Garis Merah”!

Esper juga mengaku, ‘sikap menahan diri’ AS di hadapan Iran tidak menunjukkan kelemahan Washington.

“Jangan keliru menafsirkan kesabaran kami sebagai kelemahan. Kalian akan menyesal jika melakukannya.”ujar Esper.

Di awal konferensi pers, Esper  mengumumkan penentangan AS terhadap operasi militer Turki di utara Suriah.

“Kami menentang keputusan Turki untuk melancarkan serangan militer sepihak di Suriah, dan sangat menyayangkannya. Operasi militer ini akan menempatkan sekutu kami (SDF) dalam bahaya,”jelas Esper.

Dia juga menanggapi kecaman atas sikap AS terhadap sekutu Kurdinya di Suriah yang membiarkan mereka diserang Turki.

“Kami tidak meninggalkan para sekutu kami. Pasukan AS bersama mereka di semua titik Suriah,”kata Esper.

“Kami bekerjasama dengan SDF. Namun saya tidak akan melibatkan pasukan AS dalam perang lama antara Turki dan Kurdi. Bukan ini tujuan keberadaan kami di Suriah,”tandasnya. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Diduga Kena Hantaman Rudal, Tanker Minyak Iran di Laut Merah Meledak

Arab Kecam Invasi Turki ke Suriah, Tapi Bungkam Saat Israel Serang Suriah

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*