Riyadh,LiputanIslam.com-Sebuah harian Inggris melaporkan, pemerintah Saudi memaksa keluarga-keluarga kaya negara itu untuk membeli sebagian saham Aramco saat dilempar ke pasar.

Kabar ini dikutip Financial Times dari 8 orang yang terlibat dalam perundingan pemerintah Saudi dan para keluarga kaya negara itu. Mereka mengatakan, dengan diserangnya kilang minyak Aramco, kepercayaan terhadap nilai saham perusahaan itu menurun drastis. Sebab itu, pemerintah Riyadh ingin agar keluarga-keluarga kaya Saudi membeli saham Aramco agar kepercayaan publik pulih kembali.

Baca: Bagi AS, Minyak Arab Lebih Penting dari Darah Orang Arab

Satu atau beberapa orang dari para keluarga itu adalah mereka yang ditahan di Hotel Ritz Carlton pada 2017 lalu. Penahanan itu dilakukan dengan dalih pembasmian korupsi oleh Muhammad bin Salman.

Berdasarkan laporan Financial Times, Bin Salman berusaha menawarkan lima persen saham Aramco di pasar bursa secara bertahap. Putra mahkota Saudi mengklaim, nilai keseluruhan Aramco mencapai angka 2 trilyun dolar.

Rencana awalnya, saham Aramco akan ditawarkan di pasar bursa Saudi pada akhir 2018. Namun, ketidaksiapan pasar bursa ini dan Aramco, ditambah kecenderungan untuk melempar saham di bursa internasional, menyebabkan penawaran awal ini masih kabur. Bursa saham New York disebut-sebut sebagai salah satu pilihan Bin Salman untuk menawarkan saham Aramco.

Serangan nirawak Yaman ke kilang minyak Aramco pada Sabtu (14/9) lalu telah menghentikan separuh produksi minyaknya. Secara geopolitik, hal ini juga membuat para calon pembeli saham harus berpikir dua kali untuk membeli saham Aramco. (af/fars)

Baca Juga:

Irak Tolak Bergabung dengan Koalisi Maritim AS di Timur Tengah

Menlu Saudi Minta Masyarakat Dunia Menindak Tegas Iran

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*