London,LiputanIslam.com-Perusahaan minyak Royal Dutch Shell mengumumkan, untuk sementara ini kapal-kapal tankernya tidak akan dipasangi bendera Inggris saat melintas di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Menurut media-media Inggris, langkah ini diambil Shell lantaran khawatir tankernya akan ditahan jika berlayar dengan bendera Inggris.

Media-media Inggris juga mengutip statemen Dominic Raab (menlu Inggris)yang menolak pertukaran kapal tanker dengan Iran. Media-media menulis, Raab berkekeyakinan bahwa Inggris menyita tanker Iran secara legal. Sementara penahanan kapal Inggris dinilai di luar jalur hukum.

Baca: Hadapi Ketegangan dengan Iran, Inggris Kirim Pasukan Tambahan ke Bahrain

Inggris menahan tanker Grace 1 yang membawa minyak Iran pada 4 Juli lalu di perairan Gibraltar. Tanker itu ditahan atas dalih memuat minyak untuk Suriah, sehingga dianggap melanggar aturan Uni Eropa.

Para pejabat Spanyol menyatakan, penahanan tanker itu dilakukan Inggris atas permintaan AS.

Selang beberapa waktu kemudian, tersiar kabar bahwa beberapa hari sebelumnya, London mengubah aturan di Gibraltar (yang merupakan koloni Inggris) hingga bisa menahan kapal tanker Iran sesuai aturan baru itu.

Sejumlah pakar menilai, hal ini dilakukan karena pemerintah Inggris telah masuk jebakan John Bolton (penasihat keamanan AS).

Dua pekan setelahnya (19 Juli), angkatan laut IRGC menahan sebuah kapal tanker Inggris atas permintaan Badan Pelabuhan dan Pelayaran provinsi Hormuzgan. Kapal itu dinilai telah melanggar aturan keamanan maritim. (af/alalam)

Baca Juga:

AS Ingin Terlibat dalam Negosiasi Pembebasan Tanker Inggris

Kapal Tanker Inggris Ternyata Digelandang di Depan Armada Perang AS dan Inggris

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*