Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan umum Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami menyatakan bahwa angkatan laut pasukan elit Iran ini telah menggelandang kapal tanker minyak Inggris “Stena Impero” menuju kawasan lepas pantai Iran di depan empat kapal perang AS dan satu kapal destroyer Inggris.

“Jika imperialis renta yang telah banyak menjarah kekayaan berbagai bangsa selama 100 tahun silam ini ingin menunjukkan ototnya di depan kami maka ketahuilah bahwa anak-anak bangsa (Iran) ini di laut telah menyeret kapal (tanker Inggris) itu di hadapan empat kapal perang AS dan satu kapal perusak milik Inggris menuju kawasan lepas pantai tanpa mengindahkan semua seruan mereka di balik sarana nirkabel. Anak-anak bangsa ini telah menyungkurkan wibawa dan pamor imperialis ke tanah,” ujar Mayjen Hossein Salami dalam sebuah pertemuan, Kamis (25/7/2019).

Dia memastikan tak ada satupun kekuatan besar di dunia yang dapat membuat keputusan semaunya terhadap Iran, dunia harus menghormati kehendak bangsa Iran, mengakui kedudukannya, dan siapapun tak dapat memaksakan kehendaknya terhadap bangsa ini.

Baca: Iran Klaim Tankernya yang ‘Dibajak’ Inggris akan Segera Dibebaskan

“Musuh jangalah keliru berpikir tentang Iran. Mereka harus mengetahui bahwa bangsa Iran adalah guru besar resistensi. Tekanan, blokade, dan intimidasi tidak akan pernah ampuh di depan bangsa Iran,” lanjutnya.

Jenderal IRGC ini menilai lawan-lawannya mengalami kemunduran, sementara pihaknya mengalami kemajuan.

Baca: Iran Tantang PBB Buktikan Penangkapan Tanker Inggris itu Salah

“Dalam situasi sekarang Iran lebih solid, bertekad, dan berkehendak, dan inilah yang telah dibuktikan oleh bangsa Iran kepada musuh yang telah bersumbar bahwa mereka tidak akan membiarkan Iran menjual minyaknya barang setetes dan bahwa ‘tak ada pilihan di depan kami (musuh) kecuali menyerah’, tapi sekarang mereka malah mengajak berunding,” papar Salami.

Dia kemudian menekankan, “Bangsa Iran tidak akan menipu dan tidak akan pula tertipu, melainkan akan berbuat sejujurnya, dan menolak kezaliman sesuai prinsip dan budaya Asyura.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*