Sanaa,LiputanIslam.com-Juru bicara kementerian kesehatan Yaman menyatakan, kondisi lebih dari 120 rumah sakit dan 3000 klinik kesehatan, apotek, dan bank donor darah sangat mengkhawatirkan lantaran kelangkaan produk-produk minyak.

Yusuf al-Hadhiri pada hari Sabtu (5/10) menegaskan, jika penahanan kapal-kapal pemuat produk minyak Yaman terus berlanjut, sektor kesehatan Yaman berada di ambang bencana.

Terkait masalah ini, Ahmad Abdulkarim (direktur umum humas kementerian energi Yaman) mengumumkan, provinsi Hudaydah berada di ambang bencana lantaran ketiadaan bahan bakar.

“Kelangkaan produk minyak menyebabkan bencana lingkungan hidup dan mandeknya aktivitas 400 hingga 450 truk pengangkut sampah,”kata Muhammad Sharafuddin (direktur eksekutif Bank Kesehatan Yaman).

Sebelum ini, perusahaan minyak Yaman mengumumkan, tindakan koalisi Saudi yang terus menahan kapal-kapal pemuat BBM dan mencegahnya memasuki pelabuhan Hudaydah telah menyeret Yaman ke ambang bencana. Sebab, muatan-muatan minyak itu sangat dibutuhkan untuk memenuhi fasilitas-fasilitas paling vital di Yaman.

Menurut perusahaan minyak Yaman, kapal terakhir yang diizinkan koalisi agresor membawa bahan bakar solar sudah berlalu lebih dari 50 hari lalu.

Yasir al-Wahidi mengatakan, bahan bakar yang dibawa kapal terakhir itu hanya mencukupi untuk kebutuhan lima hari warga Yaman saja. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Ansarullah Yaman Ancam Lanjutkan Operasi Militer Melawan Koalisi Saudi-Emirat

Dukung Boikot Israel, Hadiah Seniman Lebanon Ditarik oleh Jerman

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*