Beirut, LiputanIslam.com –  Pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa serangan yang menerjang dua pabrik minyak Aramco milik Arab Saudi telah mengguncang kawasan dan dari situ kemudian terlihat betapa insiden ini membuktikan bahwa dunia memandang minyak lebih berharga daripada darah manusia.

“Dunia tak terguncang ketika AS-Saudi membombardir Yaman selama bertahun-tahun,” ujar Nasrallah dalam pidatonya di Beirut, Jumat (20/9/2019).

Pemimpin kelompok pejuang yang berbasis di Libanon ini menyatakan bahwa orang yang bersimpati kepada Saudi atas insiden Aramco seharusnya juga bersimpati kepada para korban di Yaman, dan Saudi serta Uni Emirat Arab (UEA) lebih baik menghentikan perang daripada menghamburkan banyak dananya untuk membeli sistem pertahanan udara.

Baca: Bagi AS, Minyak Arab Lebih Penting dari Darah Orang Arab

Dia mengingatkan bahwa Poros Resistensi sangatlah tangguh, dan insiden Aramco merupakan salah satu tanda ketangguhan ini dan jauhnya jangkauan mereka dalam pertahanan, dan Presiden AS Donald Trump sendiri, yang diandalkan oleh Saudi dan UEA, bahkan terobsesi mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari Iran, Hassan Rouhani.

Baca: Keluarga Kaya Saudi Dipaksa Membeli Saham Aramco

Karena itu, kepada Saudi dan UEA Nasrallah lantas mengimbau, “Pertimbangkanlah kembali perhitungan kalian; perang terhadap Iran bukanlah jaminan, karena justru akan menghancurkan kalian.”

Dia menambahkan, “Menggantungkan diri pada upaya memotivasi Trump agar menyulut perang terhadap Iran adalah harapan yang gagal, dan Trump sendiripun gagal dalam segala hal sehingga berobsesi mengadakan pertemuan dengan Presiden Rouhani.”

Mengenai Israel dia menegaskan Hizbullah berhak melanjutkan upaya pencegatan drone Israel, dan upaya ini telah mengurangi volume pelanggaran udara Israel terhadap Libanon. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*