Damaskus,LiputanIslam.com-Kesepakatan yang dijalin antara Turki dan AS baru-baru ini ditanggapi oleh penasihat Bashar Assad. Menurut Bouthaina Shaaban, andai bukan karena bantuan Turki, ribuan teroris tak akan memasuki Suriah.

Berdasarkan kesepakatan Ankara dan Washington, operasi militer Turki akan ditangguhkan selama 120 jam. Tujuannya adalah “menciptakan kawasan aman” dan membiarkan milisi Kurdi YPG mundur sejauh 20 mil dari perbatasan Turki.

Shaaban menilai, “kawasan aman” bukan istilah yang tepat, dan yang benar adalah “kawasan yang diduduki.”

Baca: Menlu Turki: Kesepakatan dengan AS Bukan Gencatan Senjata

“Kami berpendapat, Erdogan telah melakukan invasi dan menyerang negara kami. Menurut Damaskus, semua orang Suriah harus membela negaranya dari pihak agresor,”tandas Shaaban.

Dia menyatakan, Suriah secara konsisten berhubungan dengan Iran dan Rusia. “Kami saling memercayai satu sama lain,”tegasnya.

“Langkah-langkah yang sudah diambil terkait dengan SDF adalah langkah-langkah penting. Tentu jangan diharapkan bahwa semua problem bisa diatasi sekaligus. Damaskus tidak mungkin menyetujui kasus Kurdistan Irak berulang di Suriah,”kata Shaaban.

“Banyak dari saudara-saudara Kurdi adalah bagian dari bangsa Suriah. Rencananya Komite Undang-undang Dasar Suriah akan mengadakan pertemuan akhir bulan Oktober ini,”pungkasnya. (af/alalam)

Baca Juga:

Turki Mengaku Tak Mencemaskan Kehadiran Tentara Suriah

Mogherini: Kami Tak Ingin Kurdi Dekat dengan Assad dan Rusia

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*