Washington,LiputanIslam.com-Sebuah media AS menganalisis kesuksesan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menembak jatuh nirawak Global Hawk milik AS.

“Setelah menghilangnya debu-debu, terlihat jelas bahwa salah satu pelajaran paling abadi di pekan lalu terjadi di ketinggian 22.000 kaki dari tanah,”tulis CNN dalam laporannya.

Menurut CNN, jatuhnya RQ-4A adalah kasus pertama penembakan nirawak mata-mata Pentagon di udara. Terlepas dari bahwa insiden itu nyaris menyeret Iran dan AS dalam perang, kejadian itu adalah salah satu bukti nyata akan perkembangan kemampuan militer Teheran.

Jeremy Binnie (redaktur majalah Jane`s Defense Weekly) mengatakan,”Mereka berhasil. Kejadian ini menunjukkan bahwa saat Iran serius berinvestasi, mereka akan sukses.”

“Kita sudah mengetahui hal ini terkait rudal-rudal balistik Iran. Namun tampaknya fakta ini (kemajuan teknologi) juga berlaku pada sistem pertahanan udara mereka,”lanjutnya.

Menurut CNN, RQ-4A adalah nirawak canggih yang harga per unitnya mencapai 110 juta dolar. Nirawak ini butuh tiga pilot untuk mengendalikannya dari jarak jauh. Bentang sayapnya lebih lebar dari Boeing 737, sedangkan mesinnya dibuat oleh perusahaan Rolls Royce.

RQ-4A sanggup terbang dengan kecepatan 500 mil per jam dengan ketinggian 65.000 kaki dari permukaan tanah, yang berarti di luar jangkauan rudal dari darat ke udara. Saat terbang di dekat permukaan, nirawak ini memiliki penerima sinyal radar.

“Hancurnya nirawak ini menunjukkan konsentrasi terpusat Iran (saat membidiknya),”tulis CNN.

Binnie mengatakan, beberapa tahun lalu, tindakan seperti ini membangkitkan rasa kagum. Namun sekarang, katanya, perangkat sistem pertahanan udara Iran jauh lebih mengagumkan.

CNN mengklaim, meski dalam jangka panjang tentara AS tidak akan berhadapan dengan ancaman dari Iran, namun sejumlah kejadian, termasuk ditembaknya RQ-4A, menunjukkan bahwa Iran dengan sedikit usaha mampu memberikan efek berlimpah, serta merupakan musuh yang sanggup mengejutkan musuh-musuhnya.

Binnie berpendapat, Iran telah membeli atau membuat teknologi radar yang mampu membidik target dari jarak jauh. “Kita benar-benar tidak tahu bagaimana sistem terpandu ini bekerja,”aku Bennie.

Dia menambahkan, sudut tembakan ke RQ-4A menunjukkan, rudal itu menargetnya dari arah barat, bukan mengejarnya dari belakang. Ini menunjukkan bahwa rudal itu dipandu langsung menuju target dari peluncurnya. (af/alalam/fars)

Baca:

Pejabat Iran Nyatakan Penembakan Drone AS adalah Pesan bagi Orang yang Takut kepada AS

Kepada Macron, Rouhani Nyatakan Iran Siap Melawan Serangan AS

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*