Washington,LiputanIslam.com-Menanggapi sanksi-sanksi baru AS atas Iran, stasiun televisi CNN menyatakan, rencana sanksi atas menlu Iran praktis membuang segala kemungkinan diplomasi Teheran-Washington.

Donald Trump pada Senin (24/6) kemarin menandatangani sejumlah sanksi baru atas Iran. Pemimpin Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dan sejumlah petinggi militer IRGC juga dicantumkan dalam daftar sanksi terbaru.

Baca: Iran Pastikan Serangan Siber AS pada Sistem Rudal Iran Gagal

Tindakan ini dikritik oleh Michelle Kosinski (analis senior masalah internasional CNN). Dia mengatakan, belum pernah terjadi bahwa pemerintah AS menjatuhkan sanksi atas pemimpin sebuah negara, walau terhadap orang seperti Vladimir Putin (presiden Rusia) sekalipun, yang dikenal sebagai musuh bebuyutan AS.

Menurut Kosinski, Trump menggunakan langkah ini sebagai contoh baru untuk mencederai kesepakatan nuklir (JCPOA). Padahal, menurut banyak pengamat, AS sendirilah yang dengan keputusan-keputusannya menciptakan situasi saat ini.

“Andai AS tidak keluar dari JCPOA, apakah kita akan menyaksikan kondisi saat ini? Jika tujuan AS adalah pertama, mengubah perilaku Iran; dan kedua, memaksanya untuk berunding, harus dikatakan bahwa dengan perkembangan dan sanksi-sanksi baru ini, tujuan tersebut tak akan terwujud dalam waktu dekat,”tandas Kosinski.

Sam Kiley (pakar politik CNN lain) juga mempertanyakan klaim Trump bahwa dia menginginkan jalur diplomasi dengan Iran.

“Sulit untuk mengatakan bahwa pintu-pintu diplomasi bisa dibuka, sebab Iran menegaskan tak akan kembali berunding selama AS tidak kembali ke JCPOA,”kata Kiley.

Kiley menyatakan, Iran juga memiliki pendukung regional selain kelompok Syiah, dan mereka murka atas tindakan AS terhadap Iran yang menjatuhkan sanksi atas Ayatullah Khamenei.

“Dia bukan sekadar pemimpin golongan tertentu, tapi merupakan pemimpin agama,”tandas Kiley. (af/alalam/tasnim)

Baca:

Trump Akui Penasihatnya Suka Perang

Menlu AS Kunjungi Saudi untuk Mendirikan Koalisi Anti Iran

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*