Foto: Hasan Shirvani/AFP

Tehran,LiputanIslam.com—Otoritas Iran telah melayangkan sebuah surat kepada DK PBB pada Rabu (24/7) kemarin menuntut dewan internasional itu membuktikan penangkapan yang dilakukan Republik Islam kepada tanker minyak Inggris melanggar peraturan pelayaran Internasional.

“Tanker Inggris telah melanggar peraturan pelayaran, keamanan, dan keselamatan internasional, serta mengabaikan peringatan dari otoritas kelautan setempat untuk mencegah terjadinya insiden lanjutan. Pasukan Republik Islam telah mengintervensi dan mengambil alih tanker tersebut untuk kepentingan investigasi,” tulis Surat tersebut.

Selanjutnya, surat itu menjelaskan bahwa tanker bernama “Stena Impero” itu juga telah menabrak sebuah kapal nelayan Iran di Selat Hormuz dan menyebabkan beberapa nelayan luka para dan berada dalam kondisi kritis.

Tanker itu juga telah mengabaikan peringatan yang diberikan oleh otoritas kelautan Iran, mematikan sistem pelacaknya dan memasuki Selat Hormuz dari jalur keluar dengan cara yang berbahaya.

“Setelah dilakukan investigasi awal, Kantor Kejaksaan Bandar Abbas memutuskan untuk melakukan penyitaan terhadap tanker itu untuk investigasi lanjutan, berdasarkan atas pertimbangan kerusakan yang ditimbulkan pada kapal Iran serta ruang lingkup pencemaran dan kerusakan yang ditimbulkan,” jelas surat itu.

Selanjutnya, surat itu menerangkan keterlibatan oknum-oknum tertentu yang sengaja melakukan provokasi-provokasi untuk menghambat pelayaran di Selat Hormuz. (fd/Sputnik)

Baca: Iran Nyatakan Penyitaan Kapal Tanker Inggris Bukan Pembalasan

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*