marinir AS vs IRGCWashington, LiputanIslam.com – Video penangkapan marinir Amerika Serikat (AS)) oleh Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membangkitkan kemarahan di tengah para kandidat presiden AS dari Partai Republik, Kamis (14/1), sementara pemerintah AS menilai video itu digunakan oleh Teheran sebagai bahan propaganda. Demikian dilaporkan DPA dan dikutip oleh Rai al-Youm, Jumat (15/1).

Senator Ted Cruz mengatakan, “Banyak warga AS terkejut menyaksikan 10 marinir AS berlutut sembari mengangkat tangan ke atas kepala.”

Dia mengecam Presiden Barack Obama karena dalam pidato tahunannya tidak menyinggung kasus penangkapan marinir AS oleh Iran pada hari Selasa lalu tersebut.
“Saya katakan kepada kalian, jika saya terpilih sebagai presiden maka tidak akan ada tentara laki-laki ataupun perempuan yang dipaksa berlutut, dan negara manapun yang menangkap prajurit kita pasti akan merasakan kekuatan dan kemarahan AS sepenuhnya,” ungkap Cruz.

Sementara itu Gubernur New Jersey Chris Christie mengaitkan peristiwa itu dengan pengurangan anggaran militer oleh Obama.

“Kita perlu membangun kembali pasukan kita, sementara Presiden justru telah melakukan pengurangan sehingga para dedengkot diktator seperti mullah Iran dapat menahan kapal-kapal AL kita,” tegasnya.

Menteri Pertahanan AS Ashton Carter menyatakan bahwa AS menyelidiki peristiwa penangkapan itu dan “sangat beruntung” para marinir itu dapat kembali. Dia juga menegaskan kebencian AS terhadap tindakan Iran memublikasikan video tersebut.

“Jelas bahwa saya tidak mengutamakan kesaksian warga kita, sementara mereka ditahan oleh pasukan asing,” katanya. Namun demikian, dia juga meminta supaya kasus ini dilihat secara utuh.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dia mengakui marinir AS melakukan kesalahan navigasi sehingga memasuki wilayah Iran. (Baca: Menhan AS Akui Marinir AS Lakukan Kesalahan )

Para marinir AS itu dibebaskan oleh IRGC setelah ditahan selama 16 jam. (Baca: Iran Bebaskan Angkatan Laut AS)

Video penangkapan mereka juga menimbulkan kegusaran para anggota parlemen dari kalangan Republik. Mereka mengecam kebijakan Obama yang mengarah kepada perbaikan hubungan dengan Iran. Mereka juga menyayangkan kesepakatan nuklir Iran dengan enam negara terkemuka dunia yang tergabung dalam P5+1 pada Juli 2015. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL