carterWashington DC, LiputanIslam.com — Setelah pemerintah Iran menyebut prajurit-prajurit AS tidak profesional, Menhan AS Ashton Carter akhirnya mengakui bahwa marinir-marinir AS telah melakukan ‘kesalahan navigasi’ sehingga memasuki wilayah Iran.

“Informasi yang mereka berikan, dan juga melalui komandan mereka, menyebutkan bahwa mereka terpisah secara tidak sengaja ke wilayah Iran, karena kesalahan navigasi,” kata Ashton dalam wawancara dengan  Univision, Kamis (14/1), seperti dilansir Press TV, Jumat (15/1).

Real Admiral Ali Fadavi, Komandan Angkatan Laut Tentara Pengawal Revolusi Iran (IRGC), pada hari Rabu mengatakan bahwa 10 prajurit marinir di atas kapap patroli cepat CB-90, yang berlayar antara Kuwait dan Bahrain dalam sebuah misi latihan, telah ditahan pasukannya. Para marinir itu, sembilan pria dan satu wanita, memasuki wilayah Iran sejauh tiga mil di sekitar Pulau Farsi di Teluk Parsi. Para marinir itu dilepaskan kembali hari Rabu.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa para marinir itu sebelumnya berada di kapal jelajah rudal USS Anzio.

Tidak lama setelah pembebasan para marinir itu, Menlu AS John Kerry menyatakan terima kasih kepada pemerintah Iran.

“Saya ingin menyatakan penghormatan kepada pemerintah Iran karena kerjasama mereka yang baik untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Kerry.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL