Potret pasukan AS di Suriah. Sumber: Presstv

Damaskus,LiputanIslam.com—Kepala Pentagon, Mark Esper, telah mengonfirmasi adanya pembahasan di kalangan elit AS untuk menyiagakan militer di dekat ladang minyak Suriah. Meski begitu, belum ada keputusan terkait hal ini.

“Diskusi terkait hal ini telah dilakukan, namun belum ada keputusan terkait jumlah pasukan yang akan diterjunkan,” Tutur Esper kepada para wartawan di Afghanistan, Senin (21/10).

Esper mengklaim, hal ini dilakukan untuk menghalangi kelompok teroris Daesh menggunakan ladang minyak untuk kepentingan teror.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump, seperti dikutip oleh New York Times, diharapkan menyetujui rencana terbaru untuk tetap menyiagakan ratusan tentara AS di Suriah Timur guna membantu aliansi Kurdinya mempertahankan ladang minyak di daerah itu.

Sumber sama, mengutip pernyataan seorang pejabat senior AS, mengatakan kecenderungan Trump terhadap rencana baru Pentagon yang ingin menyiagakan 200 pasukan operasi khusus di beberapa pangkalan di Suriah Timur, dekat perbatasan Suriah-Irak.

Jika rencana ini terlaksana, maka pemerintah Suriah tidak akan bisa memanfaatkan ladang minyak di wilayah Suriah akibat pendudukan pasukan AS dan proxynya di Suriah.

Baca: Tentara Suriah Kepung Zona Pantau Pasukan Turki di Selatan Idlib

Pasukan Demokratik Suriah (SDF), kelompok milisi yang dipimpin oleh para pejuang Kurdi kini mulai meragukan kesetiaan Amerika dan mendekat pada pemerintah Suriah usai Trump berencana mencabut pasukannya dari Suriah.(fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*