LiputanIslam.com – Lebih dari 1,4 juta siswa akan melakukan aksi demonstrasi terkait krisis iklim.

Ratusan ribu siswa di seluruh dunia pada hari Jumat (24/5) melakukan aksi mogok dari sekolah.

Aksi mogok para siswa direncanakan di lebih dari 1.400 kota di lebih dari 110 negara. Panitia aksi mogok mengatakan bahwa yang ikut serta dalam aksi tersebut diprediksi melampaui jumlah 1,4 juta siswa. Mereka semua akan berpartisipasi dalam aksi mogok internasional.

Kampanye internasional yang diilhami oleh seorang siswa remaja Swedia bernama Greta Thunberg muncul di tengah kondisi krisis iklim yang makin mengkhawatirkan.

Greta merupakan siswa aktivis lingkungan Swedia.

Tahun lalu, para ilmuan terkemuka PBB memperingatkan bahwa hanya butuh 12 tahun untuk membatasi bencana iklim, namun PBB melaporkan pada awal bulan ini bahwa keruntuhan ekosistem secara luas akibat krisis iklim membuat umat manusia berada dalam bahaya. Dan baru minggu lalu, terdapat laporan bahwa lapisan es di Amtartika mencair lebih cepat daripada prediksi dan emisi Karbon dioksida pada atmosfer bumi mencapai tingkat rekor 415 ppm.

Baca Juga: Sedotan Plastik dan Cutton Buds Dilarang di Inggris

Gerakan mogok sekolah dimulai pada bulan Agustus tahun lalu ketika Greta melakukan protes sendirian di luar gedung parlemen Swedia. Saat itu ia masih berusia 15 tahun.

Sejak saat itu, ratusan ribu siswa ikut serta dalam aksi mogok setiap minggu di seluruh dunia dari Australia hingga Kanada, dari Ghana hingga Jerman.

Di Inggris, lebih dari 100 siswa akan direncanakan melakukan aksi demonstrasi iklim. Panitia aksi demonstrasi tersebut fokus pada perlunya reformasi radikal dari sistem pendidikan untuk ikut serta mengatasi krisis ekologi karena akan mengancam kehidupan di Bumi.

“Untuk mengatasi krisis iklim dengan tepat, kita membutuhkan lembaga pendidikan kita untuk berubah menjadi pusat keberlanjutan yang menyediakan ruang untuk belajar dan mengajar guna mempersiapkan siswa untuk merubah keadaan dunia menjadi lebih baik,” ucapnya.

Bulan lalu, pemuda Inggris dan Greta bertemu untuk membahas ruang lingkup krisis yang sedang terjadi. Mereka meminta gerakan lain untuk ikut mendukung aksi mereka. Mereka pun meminta para orang dewasa untuk ikut bergabung melakukan aksi mogok besar-besaran di seluruh dunia.

Bhavreen Malhotra Kandhari, seorang siswa India yang ingin ikut aksi mogok mengatakan, “Kami telah belajar bahwa jika kita tidak mulai bertindak untuk masa depan planet kita, tidak ada orang lain yang akan bertindak terlebih dahulu. Suara kita penting bukan hanya untuk kita, melainkan untuk seluruh umat manusia.”

Eloise Kieler, siswa di Sydney, pun akan ikut dalam aksi mogok tersebut. Dia merasa harus ikut dan tidak ada alasan lain untuk tidak ikut.

“Meskipun menyaksikan fakta krisis iklim terjadi, para politisi tidak langsung bertindak, akibatnya industri bahan bakar fosil pun tetap jalan untuk meraup keuntungan besar,” ucap Kieler.

“Ini adalah masa depan kita. Jadi kita harus ikut aksi mogok keluar dari sekolah, berhenti dari perkuliahan dan turun ke jalan untuk mengatakan ‘cukup sudah’. Apakah anda akan ikut mogok juga jika anda berpikir bahwa hal tersebut akan membantu melindungi masa depan planet anda?” Tuturnya lanjut. (Ay/Guardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*