Kairo, LiputanIslam.com –   Kepala otoritas Terusan Suez, Mesir, Laksamana Madya Mohab Mamish, angkat bicara mengenai kabar penahanan salah satu kapal tanker minyak Iran yang berlayar menuju Suriah.

Dalam siaran persnya yang dikutip oleh saluran TV Mesir Sada Elbalad, Rabu (10/9/2019), Mamish membantah kabar itu sembari menegaskan bahwa otoritas Terusan Suez konsisten kepada aturan kebebasan pelayaran internasional untuk terusan ini dan memperkenankan kapal-kapal melintasinya dengan aman, kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu.

Baca: Mesir Menahan Kapal Tanker Minyak Iran di Terusan Suez

“Saya tak dapat mencegah kapal melintas, bisnis minyak adalah bisnis yang sah, demikian pula perdagangan senjata,” ujarnya.

Mengenai kapan larangan melintas diberlakukan, dia menyebutkan dua keadaan; pertama, ada pemberitahuan dari PBB; kedua, jika kapal membawa muatan yang melanggar hukum.

Berdasar Konvensi Konstantinopel, otoritas Terusan Suez bersikap netral dan berkomitmen pada kebebasan pelayaran internasional di Terusan Suez kecuali untuk kapal yang dalam kondisi perang mengibarkan bendera negara yang berperang dengan Mesir.

Baca: Takut Balasan Iran, Kapal Tanker Minyak Inggris Bersembunyi di Saudi

Terusan Suez merupakan jalur tembusan terpenting yang menghubungkan tiga benua Afrika, Asia, dan Eropa satu sama lain, karena terusan ini menghubungkan Laut Merah dan Laut Tengah. Terusan ini antara lain dilintasi oleh kapal-kapal tanker besar terutama yang datang dari negara-negara kaya minyak yang ada di dekatnya menuju berbagai negara dunia. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*