presiden-sby1Medan, LiputanIslam.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan meresmikan enam bandara di Indonesia dari Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Deliserdang, hari ini (27/3). SBY juga akan mengukuhkan kawasan Danau Toba sebagai Geopark Caldera Toba.

Bandara yang akan diresmikan itu di antaranya KNIA beserta Stasiun Railink, Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang, dan Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. Ketiga bandara itu dikelola PT Angkasa Pura (AP) II. Sedangkan tiga bandara lagi merupakan bandara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

”Untuk bandara UPT Kemenhub, kami belum tahu yang mana lokasinya karena itu di luar koordinasi kami. Informasinya masih di kawasan Sumatera,” ungkap Humas KNIA, Wasfan WW, seusai rapat koordinasi di kantor Gubernur Sumut, hari Rabu (26/3).

Menurut dia, sejauh ini persiapan sudah beres, mulai dari lokasi dan penyambutan Presiden SBY. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama unsur Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD) juga menggelar rapat koordinasi menyambut SBY. Rapat itu tidak dihadiri Gubernur Gatot Pujo Nugroho, hanya diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov), Nurdin Lubis.

”Rencananya Presiden SBY meresmikan KNIA pada 27 Maret 2014 sekitar pukul 11.00 WIB. Selain itu, akan ada pengukuhan Danau Toba menjadi Geopark Caldera Toba,” kata Nurdin.

Menurut dia, dalam rapat tersebut, pihak Istana Kepresidenan sudah memberikan arahan-arahan yang harus dilakukan, termasuk juga jadwal acara Presiden selama di Medan. Puncak peresmian enam bandara itu dilaksanakan di Terminal Kargo KNIA. Hadir dalam rapat koordinasi, di antaranya Pangdam I/BB Mayjend TNI Istu Hari S; Kapolresta Medan, Kombes Pol Nico Afinta; Kapolres Deliserdang, AKBP Dicky Patrianegara; Kasat Brimobda Sumut, Kombes Pol Subarkah; dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Mayjend TNI Istu Hari S mengatakan, mereka masih akan menggelar rapat teknis menyambut kedatangan Presiden SBY.

”Iya beliau (Presiden) datang. Besok (hari ini) kami akan cek kesiapan di lokasi,” ucapnya. Sementara sebanyak 2.246 personel Kepolisian Daerah (Polda) Sumut disiagakan dalam pengamanan kunjungan Presiden SBY ke Medan untuk meresmikan KNIA, besok. ”Ini kunjungan Kepala Negara. Jadi, kami akan lakukan pengamanan secara maksimal. Apapun yang dibutuhkan untuk pengamanan akan kami kerahkan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Komisaris Besar (Kombes) Pol Raden Heru Prakoso kepada wartawan di kantornya, kemarin.

Ribuan polisi itu terdiri atas 997 personel Polda Sumut, dan 1.388 personel Kepolisian Resor (Polres) Deliserdang bersama Polresta Medan. Selain melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, polda juga mengerahkan kendaraan taktis (rantis). Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) MP Nainggolan menyatakan, pengamanan meliputi seluruh objek yang akan dikunjungi, jalur yang dilalui, serta penginapan Presiden dan rombongan.

Sterilisasi terhadap seluruh objek kunjungan Presiden juga telah dilakukan sehari sebelumnya. Diketahui, setelah tiba dan meresmikan KNIA, Presiden akan menggunakan kereta api bandara menuju tempatnya menginap di Hotel JW Marriott, Jalan Putri Hijau, Medan. ”Pengamanan kami lakukan terhadap seluruh objek yang akan dikunjungi Presiden, ter-masuk jalur kereta api,” ucapnya.

Pembenahan Ganggu Aktivitas Pengunjung

Manajemen PT AP II selaku pengelola KNIA masih membenahi seluruh sarana dan prasarana bandara pengganti Polonia Medan itu kemarin menjelang diresmikan, Kamis (27/3). Mulai dari pembersihan lantai, pemasangan keramik di area publik seperti lift, toilet, serta pemasangan tempat sampah, dan pengecatan dinding. Pembenahan terasa mengganggu aktivitas pengunjung. Sebab area publik yang biasa leluasa dilalui pengunjung di antaranya di area terminal kedatangan dan terminal keberangkatan, justru ditutup karena lantainya sedang dibersihkan.

Pekerjaan ini juga menimbulkan suara bising dan bau tiner pembersih yang menyengat. Seorang calon penumpang pesawat bernama Ali, 38, warga Medan mengatakan, meski terganggu dengan kondisi ini, dia mendukung sepenuhnya karena pembenahan itu untuk kepentingan publik. ”Kalau dibilang terusik, ya terusik. Suara mesin yang bising dan ada bau enggak sedap jelas mengganggu. Tapi, kalau untuk kepentingan publik, ya enggak masalah,” ujarnya saat ditemui di Terminal Kedatangan Dalam Negeri KNIA kemarin. Hal serupa dikatakan calon penumpang pesawat lainnya, Yopi, 32, warga Medan.

Menurut dia, semestinya pembenahan dilakukan jauh hari bukan menjelang peresmian dan dilakukan secara bertahap sehingga tidak terkesan dikejar waktu. ”Saya khawatir kalau pekerjaan pembenahan ini dipaksakan, maka hasilnya tidak akan maksimal,” katanya. Seperti diketahui, pengoperasian KNIA sudah berlangsung selama sembilan bulan atau sejak 25 Juni 2013. Sejauh ini masih terdapat kekurangan, seperti masih beredar calo tiket pesawat dan taksi gelap, serta belum berfungsi penerangan jalan di sepanjang akses keluar masuk jalan arteri menuju KNIA.

Namun, PT AP II tetap yakin dengan proses pengerjaan ini akan rampung sebelum diresmikan. ”Memang wajarlah kalau pindah rumah baru itu ada saja yang merasa kekurangan. Tapi, sebenarnya pengerjaan ini sudah lama dilakukan secara terus menerus, hanya menjelang peresmian digenjot untuk dapat diselesaikan secepatnya sebelum diresmikan nanti,” kata Manager Service Area KNIA AliSofyan.

Geopark Caldera Toba

Oki Oktariadi, penyidik geologi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, pengukuhan Danau Toba menjadi Geopark Caldera Toba harus dilakukan agar bisa segera diajukan ke UNESCO untuk ditetapkan menjadi Geopark Global Network (GGN) Caldera Toba. ”Geopark (taman bumi) Danau Toba itu punya keunikan geologi tersendiri. Pengukuhan ini sebagai penguatan untuk diajukan ke UNESCO karena secara nasional sebenarnya sudah ditandatangani,” ungkapnya dalam rapat koordinasi itu. Menurut dia, sudah banyak geopark ditetapkan UNESCO, namun di Indonesia saat ini masih Danau Batur, Bali, yang ditetapkan sebagai GGN.

”Kami optimistis Caldera Toba akan ditetapkan sebagai GGN. Target kami pada 2015 UNESCO sudah mengeluarkan keputusannya,” ujarnya. Dengan menjadi geopark dunia, Caldera Toba akan memiliki fungsi edukasi dan pengembangan masyarakat. Kondisi Danau Toba memang harus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. ”DenganmenjadiGGN, akanada perbaikan karena menjadi milik dunia,” tandasnya.(ca/koran-sindo.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL