Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah

Semarang, LiputanIslam.com – Rencana pendukung kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menggelar tabligh akbar pada 11 Januari 2015 nanti, ditolak keras oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Saya mengetahui kabar tersebut dari internet, namun jika benar acara itu akan digelar, saya tidak akan mengizinkan,” tegasnya, seperti dilansir tribunnews.com, 6 Januari 2015.  (Baca: Pendukung ISIS Akan Gelar Tabligh Akbar di Semarang)

Sementara itu, Polrestabes Semarang juga memintai keterangan sejumlah Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) atas rencana tabligh akbar tersebut. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono menyatakan ada sejumlah pemuda yang datang untuk melakukan audiensi terkait rencana menggelar pengajian.

Namun, sebelum pengajian digelar oleh sejumlah jamaah JAT tersebut, warga di sekitar masjid melakukan protes. “Intinya pertemuan tadi sebagai dasar untuk melakukan pencegahan karena (JAT) akan menggelar pengajian,” kata Kombes Pol Djihartono, seperti dilansir merdeka.com, 5 Januari 2014.

Djihartono menambahkan, setelah memintai keterangan sementara beberapa anggota, kegiatan yang diselenggarakan sejumlah JAT tersebut belum bisa memastikan mengarah ke ISIS. “Yang jelas masih diselidiki pertemuan tersebut. Tapi sejumlah organisasi tersebut belum mengantongi izin,” ujarnya.

Terkait izin tentang pengajian semua segala bentuk keagamaan tidak harus memberitahukan izin kepada pihak berwajib. Namun bila nantinya memang ada berpotensi kegiatan ISIS akan segera ditindak.

“Kalau sekadar kegiatan pengajian biasa tidak masalah. Tapi kalau berbau ISIS, apalagi ada kegiatan bai’at atau deklarasi, maka tidak toleransi. Mereka terpaksa akan kami bubarkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Walikota Semarang Hendrar Priyadi juga turut menanggapi rencana tabligh akbar ini. Ia meminta kepada masyarakat untuk tenang sebab pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. (Baca: ISIS Hendak Gelar Tabligh Akbar, ini Tanggapan Walikota Semarang)

ISIS Belum Berbahaya?

No2ISIS BAruTerorisme yang dilakukan oleh militan ISIS di Timur Tengah, dan mengundang para jihadis dari berbagai negara untuk bersatu dibawah konsep khilafah yang diusungnya, dinilai masih belum berbahaya oleh Kapolri Jenderal Sutarman. Dalam wawancara yang dirilis oleh Rakyat Merdeka Online, ia menyatakan bahwa jika ISIS melakukan hukum di Indonesia, baru akan ditindak.

“Sejauh ini (ISIS) masih belum membahayakan, tetapi memang sudah ada potensi, dan kami melakukan antisipasi-antisipasi. Kepolisian selama ini konsisten menegakkan hukum terhadap gerakan teroris. Kalau dulu teroris menyerang target dulu, seperti kejadian bom di hotel JB Marriot dan bom Bali, kepolisian baru bergerak melakukan penangkapan. Tapi sekarang, pada 2013 hingga 2014, kami melakukan penangkapan ketika mereka baru merencanakan pengeboman. Kami berupaya maksimal dalam melakukan antisipasi untuk mencegah korban jiwa,” jelas dia.

Teror yang dilakukan oleh ISIS, telah dirasakan oleh Suriah dan Irak. Dalam wawancara ini, Presiden Bashar al-Assad menyatakan bahwa terorisme adalah sebuah ideologi, bukan sebuah struktur organisasi; dan ideologi tidak memiliki batasan. Tak ayal, Professor Muhammad AS Hikam, pengamat dari President University  pun mengkritik pernyataan Sutarman.

“Seharusnya Polri lebih berhati-hati dan lebih baik jika tidak meremehkan ancaman kelompok militan radikal seperti ISIS. Saya tidak jelas ukuran apa yang dipakai Jenderal Sutarman untuk menganggap suatu bahaya itu benar-benar berbahaya. Apakah jika teror sudah dilakukan seperti di Irak dan Suriah? Ataukah jika ideologi Islam garis keras sudah menyebar di akar rumput, khususnya di kalangan generasi muda Islam? Apalagi saat ini, aksi terorisme dan rekrutmen anggota ISIS sudah massif,” jelasnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*