Walikota Semarang

Walikota Semarang

Semarang, LiputanIslam.com – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi terlihat serius menanggapi rencana pendukung teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang hendak menggelar tabligh akbar yang bertajuk ‘Mereka Mujahid Bukan Khowarij (Pembelaan terhadap Khilafah yang terfitnah)’. Rencananya, acara ini akan digelar pada Ahad, 11 Januari 2015 di Masjid Madyo Mangun Karso (PANUT), Jalan Walter Monginsidi, Pedurungan, Semarang. (Baca: Pendukung ISIS Akan Gelar Tabligh Akbar di Semarang)

“Sudah koordinasi dengan kepolisian, tetap tenang dan jangan terprovokasi,” ucapnya melalui akun Twitter-nya @hendrarprihadi, Kamis, 1 Januari 2015.

Rencana tabligh akbar tersebut, mendapatkan respon yang beragam di media sosial. Dari pantauan Liputan Islam, banyak masyarakat yang mengaku resah, dan meminta kepada aparat untuk bertindak tegas.

“Disaat pemerintah dan pemuka agama sibuk menetralisir radikalisme, kok bisa mereka berani-beraninya menabur api,” kicau @Scohartley.

“Tangkap semua, barisan ISIS dan pendukungnya. Kelompok yang merusak agama,” kicau @abdullohmubasyi.

Sebagian netizen mendukung penuh aparat keamanan untuk menindak ISIS secara tegas, karena dinilai, keberadaan ISIS merupakan ancaman bagi keutuhan NKRI.

tanggapan walikota semarang atas rencana tabligh akbar ISiS

tanggapan walikota semarang atas rencana tabligh akbar ISiS

“Dukung TNI dan POLRI kesampingkan HAM daripada NKRI berantakan.  Tumpas ISIS. Sebab yang mudah terpengaruh lapisan bawah, apalagi ada tabligh akbar…mereka datang disangka dapat pahala padahal cuci otak versi agama,” ujar Jeffrey Armanda, di sini.

Selain itu, cukup banyak netizen yang tidak terpengaruh propaganda ISIS yang mengklaim, mereka tengah menegakkan Khalifah/ Daulah Islamiyah.

“Jika benar ISIS adalah mujahidin, pastinya mereka tidak akan menyembelih ulama. Apakah Rasulullah melakukan seperti apa yang dilakukan ISIS? Membunuhi wanita dan anak-anak, menyembelih mereka yang bersyahadat ,” kecam Sukiman J Kelana.

ISIS bukan Islam. Islam tidak seenaknya membantai orang yang tidak sepaham dengan agamanya. Islam mengajarkan berkasih sayang terhadap sesama dengan konsep lakum diinukum wa liyadiin,” ujar Eliza Downey Junior.

Namun sayangnya, masih ada netizen yang mendukung ISIS. Mereka percaya bahwa ISIS adalah pejuang Allah, yang tengah berusaha menegakkan syariat Islam. Mereka meyakini, bahwa ISIS hanya difitnah oleh media massa.

“Jika kalian belum mengenal ISIS janganlah mengutuk ISIS. Kalian hanya tahu dari sumber berita yang sengaja dibuat orang-orang kafir, thogut dan sekutunya,hingga yang terdengar oleh kalian hanya keburukan semata. Memang ISIS hanya bisa diterima oleh mereka yang hatinya bersih dari syirik dan kemunafikan, orang yang tauhid kepada Allah bukan kepada manusia. Teruskan perjuanganmu ISIS, kami dukung dan do’akan semoga Allah memudahkan urusan kalian, sami’na wa atho’na,” ujar Ummu Rama.

“Yang tidak senang dengan tegakknya Khilafah Islamiyah, mereka cinta dunia. Mereka dangkal agama, mereka antek-antek Amerika kafir. Jangan hanya nonton televisi nasional yang tidak jelas agamanya. Buka situs kajian Islami. Simak, kalau tidak mengerti (silahkan) belajar! Sok tahu agama, Islam KTP,” cerca Umar Zaman.

Selain itu, masih banyak yang meyakini bahwa ISIS adalah pejuang Ahlussunah, yang melawan kezaliman penguasa. Mereka menganggap, konflik yang terjadi di Suriah dan Irak adalah konflik sekterian.

“Kalau Daulah Islam suka membunuh itu memang benar. Begitu dapat musuh langsung dibunuh. Yang mereka bunuh adalah Syiah, yang telah membunuh ummat Islam, yang memperkosa wanita dan anak-anak di Suriah. Ada pun mujahidin memperkosa ataupun membunuh orang Islam itu hanya isu fitnah yang belum ada bukti  satu pun sampai sekarang,”  ujar Fran Maidiko.

Walau pendukung ISIS meyakini bahwa pembantaian yang dilakukan ISIS hanya fitnah media, namun laporan  Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) menunjukkan, ISIS telah membantai sekitar 1.878 orang di Suriah selama enam bulan. Sebanyak 1.175 korban merupakan warga sipil, 930 berasal dari Al-Shaitat, sebuah kawasan di sebelah timur Deir Ezzor. Mereka dibantai dengan cara yang keji, seperti dipenggal dan ditembak. ISIS membantai tanpa pandang bulu, baik wanita maupun anak-anak yang tak berdosa, tak luput dari sasaran pembantaian. Selain dari Deir Ezzor, korban lainnya juga berasal dari Raqqa, Hasakah, Aleppo, Homs dan Hama. (Baca: Mari Berpikir Ulang Tentang ISIS)

ISIS juga telah mengeksekusi 120 anggotanya sendiri, yang mencoba hendak kembali pulang ke negara asalnya. Contohnya, pemuda asal Inggris, Mehdi Hassan alias Abu Dujana, tewas saat berusaha kabur dari Suriah namun tertangkap di wilayah perbatasan Turki dan kemudian foto mayatnya di kota Ain al-Arab (Kobane) diunggah di Twitter. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*