al-Baghdadi2 2LiputanIslam.com – Bertepatan dengan hari pertama bulan suci Ramadhan, Ahad (29/6/2014), kelompok militan takfiri (suka mengafirkan orang yang tak sependapat) yang selama ini menamakan dirinya Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) mendeklarasikan berdirinya “Khilafah Islam” sekaligus perubahan nama ISIS menjadi “Daulat Islam” dan penobatan pemimpinnya, Abu Bakar al-Baghdadi, sebagai “khalifah umat Islam”. Siapakah sosok Abu Bakar al-Baghdadi?

Dia adalah gembong takfiri yang dikenal sebagai “Syekh Yang Tak Terlihat” serta merupakan otak di balik banyak aksi teror. Konon, setiap berbicara dan menyampaikan pengarahan kepada para elemen takfiri terdekatnya dia selalu mengenakan penutup muka sehingga dikenal sebagai sosok misterius dan mendapat julukan “Syekh Yang Tak Terlihat”.

“Nama asli Abu Bakar al-Baghdadi adalah Abdullah Ibrahim. Silsilahnya terhubung pada khalifah Abu Bakar, lulusan Universitas Islam Baghdad dan murid Abu Musab al-Zarqawi di Irak,” ungkap Juru bicara ISIS, Abu Muhammad al-Adnani.

Abu Musab al-Zarqawi sendiri adalah lelaki asal Baghdad yang selalu mengepalai kelompok “jihadis” paling ekstrem di Irak sampai akhirnya terbunuh akibat serangan pasukan Amerika Serikat (AS) setelah tempat persembunyiannya tercium oleh pasukan pendudukan di Irak tersebut.abu musab al-zarqawi

Menurut beberapa media online milik kelompok-kelompok takfiri, Baghdadi lahir di kota Samarra, Irak utara, pada tahun 1971. Dia memiliki ijazah doktoral di bidang studi keislaman. Orang-orang terdekat Baghdadi mengatakan bahwa di masa pendudukan AS atas Irak, dia menjalankan aktivitas di salah satu masjid Irak. Dia sudah memiliki faham ekstrim sejak jauh hari sebelum AS menginvasi Irak.

Sebagian orang berpendapat bahwa sejak era diktator Irak terguling Saddam Hossein pun Baghdadi sudah menganut faham takfiri. Namun sebagian lain berpendapat bahwa dia menjelma menjadi ekstrimis sejak dia berada di kamp militer Bucca AS di Irak selatan selama empat tahun. Kamp militer ini adalah tempat tentara AS menyekap banyak petinggi jaringan teroris internasional al-Qaeda.

Baghdadi yang baru dinobatkan sebagai khalifah oleh kelompok ekstrimis ISIS itu pada tahun 2010 terpilih sebagai komandan organisasi teroris al-Qaeda di Irak. Di tahun itu pula dia menjadi aktor intelektual 60 kasus peledakan bom yang terjadi hanya dalam satu hari dan menewaskan sebanyak 110 orang.

Dia pernah berbaiat kepada Aiman al-Zawahiri, pemimpin al-Qaeda yang menggantikan mendiang Osama bin Laden yang tewas di tangan tentara AS. Zawahiri meminta Baghdadi berkonsentrasi di Irak dan menyerahkan urusan Suriah kepada kelompok teroris Front al-Nusra. Tapi ternyata dia dan anak buahnya secara terbuka membangkang instruksi Zawahiri. Kata para pengamat, Baghdadi kini menjadi orang yang paling terkemuka di antara sekian elemen teroris yang ada.

Jurnalis tersohor The Washinton Post, David Ignatius, menuliskan, “Bisa jadi penerus Osama bin Laden yang sesungguhnya adalah pemimpin ISIS yang bernama Abu Bakar al-Baghdadi.”

Zawahiri sendiri masih sangat kuat posisinya di tengah para agen dan relasinya di Pakistan, Semenanjung Arab dan wilayah utara Benua Afrika. Sedangkan Baghdadi dikenal sangat ketat dalam beroganisasi dan lebih mahir dalam mengelola front pertempuran. Karena itu, kata para pengamat, organisasi yang berada di bawah komando Baghdadi akhirnya menjadi magnet yang lebih kuat dan berpengaruh di mata para jihadis muda dibanding organisasi pimpinan Zawahiri.

Kelompok “Daulat Islam Irak” yang dideklarasikan pada 15 Oktober 2006 adalah cikal bakal organiasi ISIS. Organisasi ini sempat bubar pada tahun 2007, namun kembali didirikan pada selang waktu tahun 2013-2014. Padahal pada tanggal 10 April 2012 di Suriah ISIS sudah dideklarasikan pada tanggal 10 April 2012.

Pada tahun 2010 Baghdadi menyatakan baiatnya kepada Osama bin Laden, dan sejak itu dia berhasil menggalakkan aktivitas organisasinya di Suriah dan Irak. Namun, pada tanggal 12 Mei 2014 ISIS memutuskan hubungannya dengan al-Qaeda dan bahkan balik mendesak al-Qaida dan pemimpinnya, Zawahiri, supaya berbaiat kepada Baghdadi.

Sebagaimana pernah diberitakan, kelompok militan bersenjata ISIS mengklaim telah mendirikan apa yang mereka sebut Khilafah Islam atau Daulat Islam. Juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani melalui sebuah rekaman audio menegaskan, “ISIS melalui representasi ahlul halli wa aqdi-nya yang terdiri atas para tokoh, pimpinan, amir dan majelis syura telah memutuskan pendeklarasian berdirinya Khilafah Islam, pelantikan khalifah daulat umat Islam, dan pembaiatan syekh pejuang Abu Bakar al-Baghdadi. Dia telah menerima baiat, dan dengan demikian dia telah menjadi imam dan khalifah umat Islam di manapun.”

Dia juga menyatakan bahwa wilayah teritorial khilafah atau daulat Islam yang dideklarasikannya sekarang membentang dari Aleppo di bagian utara Suriah sampai provinsi Diyala di Irak bagian utara.

Sembari mengafirkan umat Islam yang menganut asas demokrasi dan nasionalisme, dengan penuh percaya diri dia menyerukan kepada seluruh umat Islam di manapun berada supaya berbaiat kepada Baghdadi.

Sayangnya, aksi kelompok ISIS lebih menyerupai lelucon, karena selain posisinya di Suriah terus melemah, termasuk akibat perangnya yang berkelanjutan melawan militan rivalnya, Front al-Nusra yang masih loyal kepada al-Qaeda, di Irakpun apa yang mereka lakukan hanyalah fenomena sesaat yang terjadi sekedar akibat “kecelakaan” di tengah mental militer Irak di wilayah utara.

Militan ISIS yang kini berubah nama menjadi Daulat Islam itu sedang diburu oleh tentara, polisi dan relawan bersenjata di berbagai wilayah Irak utara. Kondisi mereka di banyak tempat sudah kocar-kacir sehingga di Tikrit mereka bahkan lari tunggang ke arah gurun sahara ketika diserbu oleh pasukan dan relawan Irak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL