LiputanIslam.com –  Komandan Brigade Infanteri ke-300 militer Israel belum lama menyerukan rencana “pembunuhan terarah” terhadap Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah dengan dalih bahwa pembunuhan ini akan memberikan pukulan telak bagi gerakan perlawanan Lebanon.

Kolonel Roy Levy dalam sebuah artikel di majalah Ma’arakhot menegaskan bahwa “pembunuhan terarah” itu harus dilakukan oleh pasukan komando yang didukung oleh Angkatan Udara.

“Kepribadian dan pengalaman militernya telah mengubahnya menjadi pusat gravitasi. Semua organisasinya  mulai dari komandan senior sampai tentara berpangkat rendah  dan kemudian semangat juang musuh akan dirugikan begitu dia ditargetkan, “tulis Levy.

Ancaman terhadap Nasrallah ini mencuat ini setelah Isael tak berdaya untuk melanjutkan serangan udara terhadap Suriah setelah Damaskus dibekali sistem pertahanan udara S-300 oleh Rusia, dan setelah Israel tak berkutik menghadapi para pejuang Palestina di Jalur Gaza.

Nasrallah memang merupakan mimpi buruk bagi militer maupun sipi Zionis Israel, terutama setelah tersiar laporan bahwa dia telah mengambil keputusan strategis membuka kembali front Golan setelah tentara Suriah berhasil menumpas kelompok-kelompok teroris yang disponsori Amerika Serikat (AS) dan Israel di Suriah selatan.

Sebagaimana dinyatakan oleh pihak Hizbullah sendiri, ancaman Israel tersebut bukanlah kabar baru bagi Hizbullah. Sumber Hizbullah menyatakan pihaknya juga sudah lama mempelajari dan mengantisipasi segala kemungkinan serangan Israel, terutama terhadap Nasrallah.

Dia menambahkan bahwa Israel “siang malam sudah merencanakan pembunuhan Sayyid Nasrallah” sehingga adanya laporan mengenai rencana masif Israel itu “bukanlah sesuatu yang baru” karena Hizbullah juga menunggu kesempatan untuk mengganyang Israel.

Menurutnya, angan-angan musuh untuk membunuh Nasrallah tidak akan selesai dengan adanya ancaman baru karena Hizbullah memang siap menghadapi segala skenario.

Israel memulai ancamannya terhadap Sekjen Hizbullah bahkan sejak 1992, yakni setelah Israel berhasil menghabisi sekjen Hizbullah saat itu, Sayyid Abbas al-Musawi, dengan membom mobil yang dikendarainya di Lebanon selatan. Sejak itu Israel tak pernah berhenti berupaya menghabisi pemimpin Hizbullah.

Para pengamat Israel menilai front utara Israel sebagai ancaman terbesar bagi eksistensi negara ilegal ini akibat menjelmanya Hizbullah menjadi kekuatan besar yang didukung ratusan ribu rudal dengan berbagai tipe ukuran dan jarak tempuh serta presisinya yang tinggi dalam membidik sasaran. Di samping itu Hizbullah juga memiliki pengalaman tempur yang hebat sebagaimana tergambar dalam keberhasilan meruntuhkan mitos kedigdayaan Israel dalam perang pada tahun 2006, dan dalam sepak terjang pada Perang Suriah yang berkobar sejak tahun 2011.

Celakanya lagi untuk Israel, Hizbullah menjalin hubungan erat dengan faksi-faksi militan Palestina, terutama Hamas dan Jihad Islam. Hizbullah bahkan dapat melakukan alih teknologi rudal kepada mereka serta melatih para kader militan Palestina untuk pembuatan dan pengembangan rudal di kamp-kamp rahasia di Lebanon selatan dan mungkin pula di Iran. Kondisi ini antara lain mendorong Israel untuk menggelar latihan perang di dua front utara dan selatan sekaligus selama satu minggu sejak Ahad lalu.

Rudal Kornet yang menerjang bus pengangkut tentara Israel dekat kota Beersheba, Israel (Palestina pendudukan (1948) adalah buatan Suriah. Nasrallah bahkan secara blak-blakan mengakui bahwa Hizbullah telah mengirim rudal itu kepada Hamas di Jalur Gaza beberapa bulan sebelumnya sehingga menjadi pesan yang gamblang bagi Israel untuk kesekian kalinya bahwa Nasrallah melakukan apa yang disumbarkan. Dan Israel sendiri mengakui fakta Nasrallah ini.

Nasrallah bukan sembarang orang. Alih-alih takut mati, dia sendiri dalam rapat-rapat taktis Hizbullah kerap mengatakan bahwa sejauh ini usianya telah dipanjangkan 20 tahun dan bahwa jika Allah memanjangkannya lagi maka dia berharap suatu saat nanti akan gugur sebagai syahid di jalan Allah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*