Washington, LiputanIslam.com–Pemerintah AS telah mengupayakan perubahan sistem politik di Iran sejak Revolusi Islam tahun 1979 untuk mendirikan pemerintahan boneka di negara itu. Demikian catatan dari penulis dan analis politik Amerika, Stephen Lendman.

“Strategi para pendukung perang terhadap Iran di dalam pemerintahan Presiden Donald Trump bukanlah konfrontasi militer terhadap Teheran, tetapi untuk memaksakan ‘perubahan rezim’ di Iran,” kata Lendman dalam wawancara kepada Press TV.

“Rencana melawan Iran telah dilakukan selama 40 tahun terakhir … dari pemerintahan Jimmy Carter pada 1979 setelah revolusi yang merencanakan perubahan rezim terhadap Iran, yang ingin mengubah negara itu kembali menjadi negara klien AS,” lanjutnya.

Baca: Iran-Irak, dan Rezim Neo-Imperialisme

Menurutnya, bagi AS, menyerang Iran tidak seperti berperang melawan Afghanistan, Libya, Suriah, atau Somalia. Iran bisa membalas dengan sangat keras jika diserang “Situasinya sangat berbeda jika menyerang Iran,”  tambahnya.

Menurut laporan New York Times dan Reuters, Presiden Trump pun memang telah memerintahkan bawahannya agar menghindari konfrontasi militer dengan Iran.

Dalam sebuah rapat pada Rabu (15/5) pagi di Situation Room, Trump dilaporkan memberitahu para bawahannya bahwa ia tidak ingin kampanye tekanan AS terhadap Iran meledak menjadi konflik terbuka. (ra/presstv)

Baca: Tak Ada Perang, tapi Tak Ada Perundingan

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*