Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Wawancara

Sayyid Hassan Nasrallah: Israel Tidak Tahu Bagaimana Hizbullah Akan Menyerbu Galilea

Published 28/01/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Beirut, LiputanIslam.com –   Pemimpin Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah akhirnya muncul di depan publik setelah menghilang sejak November 2018. Dalam wawancara eksklusif di ”sebuah lokasi” dengan presenter saluran al-Mayadeen, Ghassan Bin Jiddo, Sabtu (26/1/2019), dia memastikan bahwa ketersembunyiannya itu “tidak ada hubungannya dengan situasi kesehatan dan semua yang dikatakan adalah kebohongan.”

Dia mengkonfirmasi bahwa memasuki kawasan Galilea di utara Israel merupakan bagian dari rencana kelompok pejuang Hizbullah, dan Israel tidak mengetahui bagaimana Hizbullah akan menyerbu kawasan itu.

Kondisi Kesehatan

Nasrallah mengaku berada dalam kondisi segar bugar dan sama sekali tidak memiliki masalah kesehatan meskipun sejak beberapa minggu lalu telah memasuki usia 60 tahun. Sembari tersenyum dia mengatakan, “Apa yang terjadi ialah bahwa selama dua bulan terakhir ini tidak ada momentum-momentum khusus, dan karena itu kami tidak muncul.”

Dia menepis rumor bahwa dia jatuh sakit dan apalagi terancam kematian dan lalu terjadi pertemuan-pertemuan intensif Hizbullah. Dia menyebut rumor itu menggelikan, dan mengaku bahwa pada bulan depan akan berpidato sebanyak tiga kali karena ada tiga momen peringatan.

Rudal Dan Terowongan

Nasrallah memastikan Hizbullah memiliki rudal-rudal dengan presisi yang cukup untuk meladeni setiap serangan, dan mengancam bahwa “jika Israel membom atau membunuh di Lebanon atau anggota Hizbullah di Suriah maka “harganya akan lebih besar dari apa yang diduga Israel.”

Mengenai terowongan yang ramai dibicarakan Israel dengan klaim bahwa mereka telah berhasil menemukan dan menghancurkannya, Nasrallah mengakui adanya terowongan-terowongan lama. Menurutnya, operasi bersandi “Perisai Utara” yang dilancarkan pasukan Israel terkait dengan terowongan itu masih berlanjut, tapi operasi penggalian terowongan juga masih berlanjut sampai sekarang.

Suriah Dan Dunia Arab

Mengenai hubungan Suriah dengan dunia Arab, Sekjen Hizbullah mengatakan bahwa kunjungan Presiden Sudah Omar al-Bashir ke Damaskus dilakukan setelah Sudan mendapat lampu hijau dari Arab Saudi. Dia menambahkan keterbukaan dunia Arab terhadap Suriah belakangan ini mirip dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik pasukannya dari Suriah.

Dia menjelaskan bahwa keterbukaan itu terjadi menyusul sebuah sidang evaluasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), di mana keputusan Trump telah menimbulkan ketakutan pada Saudi yang dengan berbagai pertimbangan sektarian menganggap Turki sebagai ancaman yang bahkan lebih besar dari Iran, dan Suriah lantas mendapat pesan agar mengajukan sendiri permohonan untuk kembali ke Liga Arab.

Operasi “Perisai Utara” Dan Serbuan Ke Galilea

Mengenai operasi “Perisai Utara”, Nasrallah justru menyebut upaya Israel untuk memusnahkan  terowongan yang disebut-sebut telah digali oleh para pejuang Hizbullah itu gagal.

“Paling tidak, salah satu terowongan yang ditemukan dalam beberapa minggu terakhir ini usianya sudah 13 atau 14 tahun …Intelijen Israel dan badan keamanan Israel selama 14 tahun tidak  menemukan keberadaan terowongan ini di dalam wilayahnya. Ini menunjukkan kegagalan intelijen,” katanya.

Nasrallah menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui Operasi Perisai Utara ini justru “membantu kami dengan menimbulkan ketakutan dan kepanikan ke dalam hati semua pemukim di utara.”

Dia menegaskan, “Kami tahu bahwa Israel berbohong ketika mengatakan telah menyelesaikan Operasi Perisai Utara, karena masih berlangsung…. Kami di Hizbullah berpikir bahwa kami harus membiarkan Israel berbicara tentang Operasi Perisai Utara sampai selesai…Kami tidak berkeharusan  menanggapi rumor, yang waktunya hendak ditentukan oleh orang lain.”

Nasrallah mengingatkan Israel, “Sudah sekian tahun kami berkemampuan melakukan operasi dan ini menjadi lebih mudah setelah kami berpengalaman di Suriah… Jika Israel menyerang kami maka ia akan menyesal karena biaya serangan ini akan jauh lebih besar daripada apa yang ia duga.”

Dia mengatakan, “Bagian dari rencana kami adalah memasuki Galilea, kami sanggup melakukannya, dan kami membuat keputusan sesuai dengan jalannya perang…. Mereka tidak akan pernah mengetahui bagaimana kami akan memasuki Galilea, dan ini tidak akan terjadi kecuali ketika terjadi agresi terhadap Lebanon.” (mm/raialyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Video

Wawancara dengan Media Iran, Jubir Taliban: Takfiri Bahaya Besar bagi Dunia Islam

By Muhammad
Timur Tengah

Pemimpin Hamas: Jasa Jenderal Soleimani Terlihat dalam Kemenangan Palestina

By Muhammad
Analisis

Pembubaran Paksa dan Pelarangan Peringatan Asyura adalah Pelanggaran Hukum dan HAM

By Farid
Analisis

Orang Syiah Sering Dipersekusi Saat Memperingati Asyura, Begini Tanggapan Habib Husein Alkaf

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account