Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Wawancara

Potret Muram Kehidupan di Arab Saudi (3)

Published 09/03/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE
TKW dari Arab Saudi dipulangkan (foto:antara)
TKW dari Arab Saudi dipulangkan (foto:antara)

Liputan Islam berkesempatan mewawancarai seorang mantan TKW asal Tasikmalaya dan menemukan kisah yang sangat menyedihkan dari Tanah Suci. Wawancara ini kami tulis dalam tiga bagian (Baca Bagian Pertama dan Kedua)

 

 

 

LI: Kalau majikan Ibu bagaimana? Apakah dia juga tipe lelaki hidung belang?

MA: Sepertinya tidak. Dia kan lumayan orang berpendidikan.

LI: Maksud Ibu?

M: Dia guru SMA, istrinya juga guru SD.

LI: Jadi, karena dia berprofesi sebagai guru, ibu menilainya lebih baik?

MA: Ya kayaknya begitu.

LI:  Memangnya orang Arab itu kebanyakan tidak berpendidikan?

MA: Oh, iya. Mereka kan memang nggak peduli sama pendidikan.

LI: Kurang peduli bagaimana?

MA: Saya perhatikan keluarga besar majikan saya, yaitu kakak, adik, dan keponakan-keponakan. Dari semuanya, majikan saya itu yang pendidikannya paling tinggi, pernah kuliah, dan sekarang jadi guru SMA. Sisanya paling tinggi  pendidikannya SMA, dan kebanyakan dari mereka menganggur. Anak-anaknya kalau sekolah juga cuma sebentar sudah pulang lagi. Padahal sekolah gratis, dan asal mau sekolah, dapat uang dari pemerintah.

LI: Menganggur? Mereka miskin-miskin, dong?

MA: Tidak. Orang Arab itu sangat dimanja sama pemerintahnya. Mereka selalu dapat tunjangan.

LI: Tunjangan seperti apa?

MA: Punya anak, dapat tunjangan. Punya orang tua jompo, dapat tunjangan. Asal punya status pelajar, juga dapat tunjangan.

LI: memangnya seberapa besar tunjangan yang mereka dapatkan?

MA: Saya tidak tahu. Yang pasti, tunjangan-tunjangan itu sangat cukup untuk menyewa rumah, punya mobil, makan, dan menggaji pembantu.

LI: Kalau mereka menganggur, lantas apa saja yang mereka lakukan sehari-hari?

MA: Tidak ada. Hanya makan, tidur, ngopi, dan ngobrol-ngobrol.

LI: Hanya itu? Apa mereka tidak bosan?

MA: Saya juga kadang heran. Saya saja yang menyaksikannya bosan. Mereka itu sangat kuat tidur, sangat kuat makan, dan sangat betah ngobrol-ngobrol sambil ngopi.

LI: Bisa diceritakan kehidupan mereka sehari-hari?

MA: Pagi habis sarapan sekitar jam

tujuh, mereka tidur, sampai jam dua belas. Lalu, mereka bangun, salat Zhuhur, makan siang, dan tidur lagi sampai sore. Jam empat mereka bangun lagi buat solat Asar. Sambil menunggu azan Maghrib, mereka ngobrol-ngobrol sambil minum kopi. Habis salat Maghrib dan Isya, mereka makan malam. Setelah makan, ada yang sempat tidur lagi, tapi sebagian besar tidak. Nah, mereka lalu begadang sampai Subuh untuk ngobrol-ngobrol. Habis shalat Subuh, mereka tidur lagi sampai tibanya waktu sarapan.

LI: Wah, selain membosankan, pola hidup seperti itu sangat tidak sehat, kan? Apakah orang-orang Arab Saudi itu tidak gampang sakit?

MA: Oh, iyaaa.. mereka itu mudah sakit. Dan mereka sangat takut sama sakit dan kematian. Kalau sudah ada kerabatnya yang meninggal, mereka kuatir… sekali. Tapi, terkadang saya senang, karena saat itu, mereka menjadi sangat dermawan. Mereka sering memberi saya sedekah. Katanya buat menolak bala.

LI: Kehidupan agama mereka seperti apa? Apakah mereka suka ke pengajian?

MA: Yang pasti, kalau masalah ngaji Quran mah, orang-orang Indonesia jauh lebih hebat. Saya saja yang orang kampung, jadi satu-satunya perempuan di rumah besar itu yang bisa ngaji Quran dengan tajwid yang benar. Bahkan istri majikan saya yang jadi guru SD, ngaji Qurannya betul-betul ngawur. Yang lainnya, jika tidak lebih ngawur, ya dipastikan memang tidak bisa ngaji sama sekali.

LI:  Kalo pengajian gimana, misalnya majlis taklim di mesjid?

MA: Mereka pergi ketemu syeikh kalau ada keperluan, misalnya kalau lagi sakit. Mereka minta dibacakan ayat-ayat Quran sama syeikh. Padahal, kalau sekedar dibacakan Quran mah, saya juga bisa. Uangnya dikasih ke saya. He-he-he.

wanita arab saudi
wanita arab saudi

LI: Bagaimana dengan pengajian rutin ibu-ibu kayak di Indonesia?

MA: Wah, tidak ada.

Arab Saudi adalah negara yang kaya raya berkat minyak. Namun, sayangnya, yang dilakukan pemerintah adalah memanjakan

rakyat dengan subsidi berlebihan, sehingga membuat mereka kehilangan semangat belajar dan bekerja. Itulah sebabnya, mereka  butuh banyak tenaga kerja dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Perhatian terhadap pendidikan pun baru dilakukan akhir-akhir ini saja. Situs saudiembassy.net menyebut bahwa kerajaan mulai menetapkan target penurunan angka buta huruf sejak Dakar Forum tahun 2000, di mana semua peserta bertekad menurunkan tingkat buta huruf hingga 50%. Tahun ini, tingkat buta huruf tinggal 7%, turun drastis 61% dibanding sembilan tahun yang lalu.

Bandingkan dengan Indonesia yang sudah sadar pentingnya melek huruf sebelum merdeka. Tahun 1945, 90% penduduk Indonesia buta huruf. Pada 14 Maret 1948, Bung Karno mencanangkan Program Pemberantasan Buta Huruf dan bahkan Bung Karno menjadi pengajar pertamanya. Alhasil, pada 31 Desember 1964, penduduk Indonesia usia 13-45 tahun (kecuali yang ada di Irian Barat) dinyatakan bebas buta huruf.  Namun sayang, pasca Bung Karno, perhatian terhadap pendidikan berkurang. Di tahun 2011 malah ada 4,79 persen penduduk Indonesia usia 15-45 tahun yang buta-huruf. (berdikarionline.com)

Dan di saat yang sama,ketidakbecusan pemerintah dalam melindungi rakyat, membuat Indonesia semakin kehilangan muka. Jutaan perempuan terpaksa bekerja kasar di luar negeri dan terjebak dalam situasi yang mencemari harga diri bangsa.

LI: Jadi, tekad ibu memang sudah bulat, ya, tidak akan kembali ke Arab Saudi?

MA: Insya Allah, tekad saya sudah bulat. Bekerja di Arab Saudi memang banyak dapat uang. Saya juga sempat hajian. Tapi, Arab Saudi itu bukan tempat yang menyenangkan. Mendingan hidup di Indonesia, meskipun serba kekurangan.(by/LiputanIslam.com)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Video

Wawancara dengan Media Iran, Jubir Taliban: Takfiri Bahaya Besar bagi Dunia Islam

By Muhammad
Timur Tengah

Pemimpin Hamas: Jasa Jenderal Soleimani Terlihat dalam Kemenangan Palestina

By Muhammad
Analisis

Pembubaran Paksa dan Pelarangan Peringatan Asyura adalah Pelanggaran Hukum dan HAM

By Farid
Analisis

Orang Syiah Sering Dipersekusi Saat Memperingati Asyura, Begini Tanggapan Habib Husein Alkaf

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account