Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Wawancara

KH Al Bantani: Nahdliyin Jangan Mau Diperalat Takfiri

Published 23/12/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

kh-alawiLiputanIslam.com–Pada Kamis 18 Desember 2014, Aswaja Center PWNU Jatim yang bekerja sama dengan MUI mengadakan seminar bertajuk “Menyikapi Konflik Sunni-Syiah dalam Bingkai NKRI”  di Surabaya. Hadir dalam seminar ini, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Dr KH Kholil Nafis Lc MA,  Prof Dr Mohammad Baharun SH MA (Ketua Komisi Hukum MUI Pusat), Habib Ahmad Zein al-Kaf (Ketua Al-Bayyinat Jatim), dan Prof Dr Musta’in Masyhud (Unair). Dalam acara itu, KH Kholil diberitakan oleh website muslimmedianews (yang mengaku mengutip dari antarajatim.com), mengeluarkan pernyataan, “Aliran Wahabi, Syiah, dan aliran radikal lainnya bisa menghancurkan NU sebagai aliran moderat pada 2030.”

Pernyataan yang berpotensi memecah-belah umat muslim Indonesia ini mendapatkan tanggapan tegas dari ulama muda NU yang aktif menyuarakan persatuan umat demi keutuhan NKRI, KH Alawi Nurul Alam Al-Bantani. Menurut beliau, acara itu tidak mengatasnamakan NU secara umum, sehingga tidak bisa dijadikan rujukan.

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana sebenarnya posisi NU dalam masalah Sunni-Syiah, LI mewawancarai KH Al Bantani. Berikut kutipan pembicaraan kami.

LI: Pak Kyai, mengapa terlihat ada perbedaan pendapat di antara ulama NU?

KH Al Bantani : Pendapat yang disampaikan oleh salah seorang ulama NU tidak bisa dengan serta merta dianggap sebagai pendapat lembaga NU. Karena secara kultural NU sendiri mengakomodasi berbagai macam perbedaan pendapat tersebut. Para Kyai NU memperoleh ilmunya dengan cara bermacam-macam, mereka berguru kepada orang yang berbeda-beda, kitab-kitab yang dibacanya pun berbeda. Karena itu, di dalam internal NU sendiri ada kaidah fi kulli ra’sin ra’yun.

Maka dari itu, tidak ada keharusan bagi warga Nahdliyin untuk mengikuti pendapat yang disampaikan kyai tertentu. Jika ada perbedaan pendapat secara internal di antara kyai NU, secara kultural biasanya akan ada upaya untuk mengkomunikasikan atau mendiskusikannya. Apalagi jika perbedaan tersebut berpotensi menimbulkan friksi atau perpecahan.

Pada prinsipnya NU tidak menghendaki lembaga ini dikotak-kotakkan oleh kalangan internal. NU harus tetap berpegang teguh kepada khittah nahdliyyah-nya.

LI: Jadi, sebenarnya pandangan NU terhadap Syiah?

KH Al Bantani : Pertama, jelas Syiah itu jelas berbeda dari NU. Tapi, menyikapi perbedaan tersebut ada dua pandangan yang mengemuka. Yang pertama adalah yang menangkap adanya perilaku menyimpang sebagian orang Syiah dan menggeneralisir perilaku tersebut sebagai hakikat dari Syiah. Perilaku yang dimaksud, antara lain menyinggung atau menjelek-jelekkan simbol-simbol yang dimuliakan kalangan NU.  Adapun pandangan yang kedua adalah, yang memandang bahwa perilaku sekelompok/sebagian Syiah tersebut bukanlah hakikat Syiah. Pandangan kedua ini melihat bahwa dalam Syiah pun ada dua kelompok, yaitu Syiah terpimpin dan Syiah tidak terpimpin. Syiah yang terpimpin itu adalah mereka yang setia dan menjalankan fatwa dari para marji’ (ulama tinggi Syiah). Sementara yang tidak terpimpin adalah orang yang mengaku sebagai tokoh syiah dan merasa berhak mengeluarkan pendapat, meskipun beda dari fatwa marji’.

Nah, kalangan NU yang kelompok kedua ini memandang bahwa seandainya ada fenomena atau perilaku yang mengganggu atau menyakiti hati dari orang-orang yang mengaku Syiah, itu pasti berasal dari orang-orang yang tidak terpimpin. Karena faktanya para marji’ Syiah itu melarang /mengharamkan perilaku-perilaku yang menyakiti hati orang Sunni.

LI: Lebih banyak mana, Nahdhiyyin yang berpihak pada pandangan pertama, atau pandangan kedua?

KH Al Bantani : Saya tidak punya data, yang bisa saya sampaikan adalah pengalaman saya selama ini, ketika bertemu dengan orang-orang NU seluruh Indonesia. Ketika saya tanyakan pendapat mereka tentang Syiah, selama ini tidak saya dapati laporan terkait upaya buruk dari kalangan Syiah, seperti menguasai masjid NU, melakukan konfrontasi, dan lain-lain. Dari sini, disimpulkan bahwa mereka baik-baik saja terhadap umat Syiah.

LI: Kalau secara lembaga, apa sikap NU ketika menyikapi perbedaan pendapat dengan kelompok lain?

KH Al Bantani : Melihat dari khittah-nya, NU secara kelemnbagaan adalah lembaga yang sangat toleran. Mengkafirkan kelompok lain adalah hal yang sangat tabu bagi orang-orang NU.

LI: NU di Jawa Barat yang ada yang ikut dalam Deklarasi ANAS (Aliansi Nasional Anti Syiah)

KH Al Bantani : Secara umum, sebenarnya berkat peran para ulama NU-lah ANAS gagal mencapai targetnya, karena hingga kini belum sampai keluar fatwa pengkafiran Syiah. Memang betul ada sebagian yang ikut-ikutan ANAS, tapi mestinya Nahdliyin harus cerdas, jangan sampai mereka mau dijadikan alat oleh ANAS dalam rangka mewujudkan target-target ANAS itu. ANAS sendiri sebenarnya adalah gerakan yang tidak memberikan pncerahan dan melakukan pelanggaran ilmiah. Mereka melakukan cara-cara memelintir sejarah. Secara ilmiah kan sebuah kesimpulan hukum hanya bisa diambil kalau menyertakan seluruh pihak yang terlibat. ANAS tidak pernah mau mengajak orang-orang Syiah untuk duduk bersama dalam sebuah forum dan memberi kesempatan kepada orang Syiah untuk membela diri. Secara ilmiah, itu adalah kesimpulan hukum yang batal.

Karena itu, ANAS sama sekali bukan gerakan yang layak didukung dan diikuti. Orang-orang NU harus cerdas menyikapi ini. (fa)

—

Baca wawancara sebelumnya dengan KH Al Bantani:Umat Islam Dipecah Belah, Sumber Daya Alamnya Dikeruk

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Video

Wawancara dengan Media Iran, Jubir Taliban: Takfiri Bahaya Besar bagi Dunia Islam

By Muhammad
Timur Tengah

Pemimpin Hamas: Jasa Jenderal Soleimani Terlihat dalam Kemenangan Palestina

By Muhammad
Analisis

Pembubaran Paksa dan Pelarangan Peringatan Asyura adalah Pelanggaran Hukum dan HAM

By Farid
Analisis

Orang Syiah Sering Dipersekusi Saat Memperingati Asyura, Begini Tanggapan Habib Husein Alkaf

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account