Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Wawancara

Dr. Ainur Rofiq: Membongkar Kepalsuan Hizbut Tahrir (2)

Published 18/03/2014 10 Min Read
Share
10 Min Read
SHARE

IMG_20140318_100348Ketika konflik Suriah meletus, tiba-tiba HT  yang sebelumnya menyuarakan pentingnya persatuan umat, termasuk persatuan Sunni-Syiah,  berubah haluan.  Tidak ada lagi kearifan, tidak ada lagi kecerdasan, dan tidak ada lagi tabayyun atas tragedi kemanusiaan yang melanda Suriah. Bahkan teori yang sebelumnya mereka yakini: bahwa perpecahan dalam tubuh Islam merupakan agenda Barat,  seperti dilupakan begitu saja. HT, termasuk HT Indonsia pun menjelma menjadi salah satu provokator yang menyulut isu konflik Sunni-Syiah di dunia, terkhusus di Suriah.

Perubahan drastis sikap HT ini memunculkan pertanyaan, bagaimana ideologi HT sebenarnya? Untuk menjawab pertanyaan ini, Liputan Islam mewawancarai Dr. Ainur Rofiq al-Amin, dosen Fakultas Ushuludin, IAIN Sunan Ampel Surabaya. Beliau adalah mantan anggota HTI, dan disertasinya membahas tentang Hizbut Tahrir. Disertasi itu diterbitkan menjadi buku berjudul “Membongkar Proyek Khilafah Ala Hizbut Tahrir di Indonesia”. Laporan wawancara ini kami sajikan dalam dua bagian. Bagian pertama bisa dibaca di sini.

Berikut ini  bagian kedua. Di bagian kedua ini, LI membahas tentang buku yang ditulis tokoh HTI, Felix Siaw, yang berjudul Beyond the Inspiration.

beyond the inspiration
Buku Beyond the Inspiration karya Felix Y. Siauw

LI: Pada halaman 86 -89 dari buku Beyond the Inspiration, Felix Siaw mengungkapkan ketimpangan-ketimpangan yang terjadi dalam dunia Islam, misalnya; Kuwait dan Arab Saudi yang kaya raya namun tidak mampu menolong Palestina, UEA memiliki tekhnologi canggih tapi merupakan negara pesakitan. Juga al-Azhar. Felix Siaw menyerang al-Azhar, yang menurutnya merupakan sebuah Universitas Islam terkemuka, namun tidak menghasilkan perbaikan pada umat muslim yang diharapkan. Apa ini tidak mengecilkan peran al-Azhar yang telah mencetak ribuan ulama Islam yang termasyur? Benarkah al-Azhar tidak membawa perbaikan kepada umat muslim seperti yang diharapkan? Bagaimana menurut Ustadz?

ARA: Bagi gerakan HT, yang dijelaskan dalam kitab-kitabnya, bahwa dakwah kalau tidak untuk melanjutkan kehidupan Islam yang diartikan dengan penegakan khilafah, adalah dakwah yang salah. Dakwah dengan cara mendirikan rumah sakit, panti-panti asuhan, atau dakwah hanya sekedar mengajak kebaikan adalah salah. Bahkan menurut mereka, dakwah-dakwah di atas adalah berbahaya, karena dapat melenakan, meninabobokan umat, sehingga umat tidak berusaha menegakkan khilafah. Dengan kesimpulan yang demikian, maka bagi HT,  aktifitas dakwah kebaikan apapun, kalau itu tidak mengarah kepada penegakan khilafah adalah salah. Inilah bahayanya model dakwah yang mengklaim sebagai yang paling benar. Makanya, tidak aneh bila Al-Azhar juga dikritik.

LI:  Kalau menurut Felix, banyaknya masalah dari kaum muslimin timbul lantaran “way of life’ yang keliru. Baginya, wujud “way of  life” adalah berislam secara kaffah. Bagaimana menurut Ustadz?

AR: Ini menggelikan. Seluruh anggota HT memaknai Islam kaffah adalah apabila semua berupaya menegakkan khilafah. Siapapun, atau organisasi Islam apapun yang tidak berdakwah untuk menegakkan khilafah dianggap tidak berupaya untuk berislam secara kaffah.

LI: Dalam buku tersebut pada halaman 255, ada sebuah hadist, bunyinya; “Di tengah-tengah kalian ada masa kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu, Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Dia ada dan atas izin Allah, dia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan yang zalim), dia juga ada dan atas izin Allah dia akan tetap ada. Lalu Dia mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian aka nada kekuasaan diktator yang menyengsarakan, dia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Selanjutnya, akan ada kembali khilafah yang mengikuti manhaj kenabian (HR Ahmad).”  Hadist ini dihubungkan dengan Surat An-Nuur: 55

Dalam  hadist di atas, ada redaksi, “Akan ada kembali khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Felix mengartikan kalimat ini adalah kebangkitan khilafah yang kedua kalinya yang akan membawa kita kembali ke zaman Rasulullah Saw. Benarkah ayat dan hadits tersebut merupakan sandaran bagi penegakan khilafah?

membongkar khilafahARA: Ini juga hal yang perlu dikritisi. Pengaitan hadits dari Imam Ahmad tersebut dengan QS. An Nur : 55 tentu untuk memperkuat argumentasi HT dalam meyuarakan dakwah penegakan khilafah. Fokus mereka hanya penegakan khilafah. Walaupun secara historis,  korelasi makna ini tidak ada riwayatnya. Jadi sepertinya mereka menafsirkan untuk memperkuat hadis tersebut dengan menggunakan ayat al-Qur’an.

LI: Felix Siaw kemudian menghubungkan hadits di atas dengan Surat Ath-Thalaq ayat 2-3 dan An-Nissa : 95. Nubuat tentang tegaknya khilafah kembali harus disikapi dengan taqwa, dan diperjuangkan. Apakah ini tepat? Apakah wajib bagi kita umat muslim memperjuangkan tegaknya khilafah?

ARA:  Bagi HT memperjuangkan penegakan khilafah adalah wajib. Bahkan sesiapa yang tidak berupaya,  berleha-leha atau santai-santai  tidak memperjuangkan khilafah, maka orang tersebut berdosa. Tidak hanya berdosa, menurut kitab-kitab HT, mereka telah melakukan akbarul ma’ashi (kemaksiatan yang besar) yang akan disiksa oleh Allah dengan siksa yang teramat pedih. Tidak terbayangkan nalar HT ini bagi mereka yang menolak khilafah, apa sebutannya. Bagi saya sendiri khilafah, adalah masalah ijtihad yang tidak harus didosa-dosakan bagi yang tidak memperjuangkan penegakannya. Tidak terpikirkan, seberapa banyak ulama kita yang mukhlis yang telah berupaya berjuang dan mendirikan NKRI ini yang berarti telah berdosa, karena para ulama kita ini tidak menjadikan NKRI sebagai khilafah.

LI: Pada halaman 258, disebutkan “Sesungguhnya tidak ada jalan lain bagi orang yang berpikir sehat, dan tidak ada pilihan lain bagi seorang mukmin bahwa solusi satu-satunya bagi keterpurukan umat saat ini adalah mengembalikan aqidah dan syariat Islam…”

Lalu halaman 262- 263, “Rasul bersabda bahwa sesudah beliau tidak akan ada lagi nabi, melainkan khalifah. Rasul memberi nama penggantinya dengan (khulafa) yang merupakan bentuk jamak dari khalifah. Maka nama kepemimpinan ini adalah khilafah. Inilah kekuasaan yang dimaksud dalam Islam, yang dapat menjamin diterapkannya hukum Allah di atas muka bumi dan memberikan kesejahteraan serta keadilan bagi seluruh alam..”

Benarkah khilafah merupakan solusi dari segala permasalahan umat?

ARA: Bagi HT, khilafah solusi segala apapun problem yang ada di dunia, dan sebaliknya, demokrasi adalah biang kerok segala masalah umat manusia. Bagi saya sendiri tentu berbeda pandangan dengan HT.

LI: Jika bukan khilafah sebagai solusinya, lalu apa yang ideal untuk memperbaiki umat Islam pada hari ini Ustad?

sushi
Supreme Leader Republik Islam Iran (Ayatullah Khamenei) dan Grand Mufti Suriah (Sheikh Ahmad Hassoun) dalam konferensi persatuan di Teheran pada bulan Januari 2014.

ARA: Solusi ideal harus dimulai dari yang real (nyata). Yakni dimulai dari meresonansi persatuan di antara umat Islam dan negara Islam. Jangan sampai mudah dipecah belah dan diadu domba, terutama dari mainsteram umat Islam Sunnah dan Syiah. Nanti yang ideal, kita tunggu Imam Mahdi yang hadisnya diakui oleh mayoritas umat Islam, baik Sunni maupun Syi’i.

LI: Ini pertanyaan terakhir Ustad. Kami sangat prihatin dengan kondisi Timur Tengah saat ini. Sekelompok kaum yang mengklaim diri menegakkan khilafah /daulah Islam tidak segan-segan melakukan ‘penggal leher’ kepada lawannya, dan memamerkannya dengan bangga di hadapan kamera. Bahkan dalam  sebuah video, mereka menggunakan kepala-kepala lawannya ini sebagai mainan sepak bola. Hal ini menggiring opini bahwa Islam adalah agama yang kejam dan bar-bar. Sayangnya, hadits tentang penggal leher ini ada, seperti yang termaktub dalam kitab Hizb at-Tahrir, Ajhizat Dawlat al-Khilafah halaman 11. Bagimana menurut Ustad?

isis kill 5
ISIS memenggal 5 orang lawannya dan bagian yang disensor adalah gambar kepala manusia yang berlumuran darah. Tindakan seperti ini sangat dibanggakan/ dipuji-puji oleh pendukung ISIS.

ARA: Ini  sangat memprihatinkan, dan tidak sesuai dengan prinsip Islam yang damai dan berkasih sayang. Islam hadir untuk menjadi rahmat bagi semesta alam, sehingga jika ada yang melakukan kekejaman seperti itu, mereka tidaklah merupakan representasi dari Islam itu sendiri. Saya tidak bisa menjawab dengan pasti apa motif mereka melakukan tindakan barbar seperti itu. Apakah hal tersebut karena motif hadist, atau motif hawa nafsu, dendam, hati yang keras, atau bahkan karena  kultur barbar. Semuanya mungkin.

Segala permasalahan di Timur Tengah seharusnya bisa menjadi peringatan bagi kita rakyat Indonesia, untuk lebih waspada dan hati-hati. Kita adalah negara kesatuan yang unsur-unsurnya begitu beragam, dan kita sudah melihat sendiri hasil ‘penegakan khilafah’ di Timur Tengah. Adakah kesejahteraan dan kedamaian di sana? Kawasan tersebut kacau balau, perang tanpa henti, jutaan rakyat mengungsi, kelaparan dan penyakit dimana-mana. Apakah hal itu yang hendak diinginkan terjadi di Indonesia?  (LiputanIslam.com/af)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Video

Wawancara dengan Media Iran, Jubir Taliban: Takfiri Bahaya Besar bagi Dunia Islam

By Muhammad
Timur Tengah

Pemimpin Hamas: Jasa Jenderal Soleimani Terlihat dalam Kemenangan Palestina

By Muhammad
Analisis

Pembubaran Paksa dan Pelarangan Peringatan Asyura adalah Pelanggaran Hukum dan HAM

By Farid
Analisis

Orang Syiah Sering Dipersekusi Saat Memperingati Asyura, Begini Tanggapan Habib Husein Alkaf

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account