Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Wawancara

Brzezinski: Kami Biayai Mujahidin

Published 14/10/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

brezenskiWawancara ini dimuat di majalah Counterpunch pada 15 Januari 1998. Versi Bahasa Inggris disensor oleh pemerintah AS. Pada tanggal 12 Okt 2014, situs Counterpunch memuat ulang wawancara ini, diterjemahkan dari versi bahasa Perancis. Isinya masih sangat relevan dengan kondisi politik Timteng hari ini. Dalam wawancara ini, Zbigniew Brzezinski, penasehat presiden Carter (dan presiden-presiden AS berikutnya, termasuk Obama) mengakui bahwa CIA mendanai Mujahidin Afghanistan. Berikut kutipannya.

Jurnalis:Mantan Direktur CIA, Robert Gates, menyatakan dalam memoarnya “From the Shadows”, bahwa CIA mulai memberikan bantuan kepada Mujahadin di Afghanistan 6 bulan sebelum Soviet menginvasi Afghanistan. Pada masa itu, Anda adalah penasehat keamanan Presiden Carter. Karena itu Anda memainkan peran dalam urusan itu. Benarkah demikian?

Brzezinski: Ya. Berdasarkan catatan resmi sejarah, bantuan CIA kepada Mujahidin dimulai pada 1980, setelah tentara Soviet menginvasi Afghanistan, 24 Desember 1979. Tetapi sebenarnya, secara rahasia, yang terjadi adalah sebaliknya. Sebenarnya pada 3 Juli 1979 Presiden Carter menandatangani perintah pertama pemberian bantuan rahasia kepada pihak oposisi pemerintah Kabul [pemerintah Kabul saat itu pro-Soviet]. Dan pada hari yang sama, saya menulis memo untuk presiden, yang di dalamnya saya jelaskan pemikiran saya, bahwa pemberian bantuan ini akan memicu intervensi militer Soviet.

Jurnalis:Meskipun ada resiko tersebut, Anda menjadi penasehat dari aksi rahasia ini. Mungkin Anda sendiri memang menginginkan masuknya Soviet ke perang ini dan ingin memprovokasinya?

Brzezinski:Tidak demikian. Kami tidak mendorong Rusian untuk intervensi, tetapi kami mengetahui ada kemungkinan demikian.

Jurnalis:Ketika Soviet menjustifikasi bahwa intervensi mereka adalah untuk melawan keterlibatan rahasia AS di Afghanistan, orang-orang tidak mempercayainya. Padahal, mereka ada benarnya juga. Apakah Anda menyesali sesuatu hari ini?

Brzezinski:Menyesali apa? Operasi rahasia itu adalah ide yang gemilang. Operasi itu berhasil membawa Rusia ke jebakan perang Afghan dan Anda ingin saya menyesalinya? Pada hari ketika Soviet secara resmi melewati perbatasan, saya menulis kepada Presiden Carter: kita sekarang memiliki kesempatan untuk memberikan ‘Perang Vietnam’ kepada Soviet. Benar saja, selama 10 tahun, Moscow harus melakukan perang yang tidak mampu didukung oleh pemerintahnya, sebuah konflik yang membawa demoralisasi, dan akhirnya meruntuhkan Imperium Soviet.

Jurnalis:Dan Anda juga tidak menyesal telah mendukung para jihadis, memberi senjata dan pembinaan kepada mereka yang kemudian menjadi teroris?

Brzezinski: Mana yang paling penting bagi sejarah dunia? Taliban atau runtuhnya Imperium Soviet? Segelintir Muslim yang ‘kacau’ atau liberalisasi Eropa Tengah dan berhentinya Perang Dingin?

 

Tambahan redaksi

Buku-buku pendidikan ‘jihad’ yang disebarkan di Afghanistan ternyata dibuat AS. Washington Post, 23 Maret 2002 menulis antara lain bahwa USAID menghabiskan 51 juta dollar untuk membiayai ‘program pendidikan di Afghanistan 1984-1994’ yang dilakukan oleh Universitas Nebraska. Buku-buku itu ditulis dalam bahasa utama Afghan, Dari dan Pashtun, dibuat pada tahun 1980-an dengan dana dari USAID yang dihibahkan kepada Pusat Studi Afghanistan di Universitas Nebraska.

Buku-buku yang penuh dengan gambar-gambar kekerasan dan ajaran Islam militan itu disuplai ke anak-anak sekolah di Afghan, sebagai bagian dari operasi rahasia untuk menumbuhkan perlawanan terhadap penjajahan Soviet.

Buku-buku utama, yang dipenuhi pembicaraan tentang jihad dan berisi gambar-gambar senjata, peluru, tentara, dan ranjau, telah dipakai dalam kurikulum sekolah di Afghanistan. Bahkan Taliban menggunakan buku produksi Amerika ini.

salah satu halaman buku jihad produksi AS
salah satu halaman buku jihad produksi AS

Gedung Putih membela konten ‘relijius’ itu dengan mengatakan bahwa prinsip-prinsip Islam mempengaruhi kebudayaan Afghan dan bahwa buku-buku itu “sepenuhnya sesuai dengan hukum dan kebijakan AS.” Ahli hukum mempertanyakan apakah buku-buku ini tidak melanggar konstitusi AS yang melarang penggunaan uang pajak untuk mempromosikan agama.

Pejabat USAID (United States Agency for International Development) pun berusaha membela diri dengan mengatakan bahwa mereka membiarkan konten ‘Islami’ itu karena mereka khawatir para guru di Afghan akan menolak buku itu bila tidak mengandung pemikiran muslim dalam ‘dosis yang kuat’. USAID menghapus logo lembaga tersebut dari buku-buku agama itu; kata Jubir USAID, Kathryn Stratos.

Contoh isi buku matematika produk AS:

-*   Jika ada 10 atheis, 5 dibunuh oleh 1 Muslim, maka sisanya = 5
-*   5 pistol + 5 pistol = 10 pistol
-*   15 peluru– 10 peluru= 5 peluru.

sumber:

http://www.informationclearinghouse.info/article39942.htm#.VDu_8CZE1eY.facebook

http://newsrescue.com/genesis-of-islamic-radicalism-the-us-textbook-project-that-taught-afghan-children-terror/#axzz3EhfTfeDI

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry1
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Video

Wawancara dengan Media Iran, Jubir Taliban: Takfiri Bahaya Besar bagi Dunia Islam

By Muhammad
Timur Tengah

Pemimpin Hamas: Jasa Jenderal Soleimani Terlihat dalam Kemenangan Palestina

By Muhammad
Analisis

Pembubaran Paksa dan Pelarangan Peringatan Asyura adalah Pelanggaran Hukum dan HAM

By Farid
Analisis

Orang Syiah Sering Dipersekusi Saat Memperingati Asyura, Begini Tanggapan Habib Husein Alkaf

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account