Wapres: Berpikir Intoleran Dapat Jadi Radikalisme dan Terorisme

0
71

Sumber: mediaindonesia.com

Yogyakarta, Liputanislam.com– Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa munculnya kelompok-kelompok yang intoleran sekarang ini merupakan suatu tantangan serius. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga global. Menurutnya, cara berpikir intoleran dapat berubah menjadi radikalisme dan berujung pada terorisme.

“Saya ditugaskan bapak presiden menggalang upaya penangkalan ini. Karena itu saya mengoordinasikan seluruh kementerian dan lembaga, secara bersama-sama menangkal ini,” ucapnya saat berada di Gedung Agung Istana Kepresidenan, di Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (24/1).

Wapres mengatakan bahwa sikap intoleran dapat menganggu kerukunan antar umat beragama. Padahal, kerukunan beragama itu sendiri menjadi unsur utama dari kerukunan nasional. “Kalau itu terganggu itu bisa merembet ke provinsi lain,” ujarnya.

Sementara Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwana X menjelaskan bahwa citra Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai Kota Pelajar dicederai oleh perilaku intoleransi dan tindak kekerasan oleh kelompok umat beragama tertentu. Sikap intoleran itu menurutnya karena pemahaman agamanya yang belum sempurna.

“Citra Yogyakarta sebagai kota toleransi akhir-akhir ini sering dicederai oleh perilaku intoleransi dan tindak kekerasan oleh mereka yang keyakinannya tentang agama belum paripurna,” katanya.

Sultan mengatakan, pertemuan antar umat beragama yang dilakukan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengandung makna penting di Yogyakarta yakni mengembanglikan memori kolektif sebagai bangsa yang plural. Yogyakarta telah merefleksikan perjuangan bersama bangsa Indonesia tanpa membeda-beda keyakinan, suku, ras golongan, status sosial dan lain-lain.

Baca: Yenny Wahid Ajak Umat Beragama Utamakan Persatuan Bangsa

“Di kota inilah proses menjadi indonesia diwujudnyatakan dalam semangat kebhinekaan tunggal ika yang disemaikan, dipupuk dan dibangun bersama,” tambahnya. (aw/MI/kumparan).

DISKUSI: