Wabah Virus Corona, Menkeu: Lebih Rumit dari Krisis 2008

0
146

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan persoalan virus corona lebih rumit dari krisis ekonomi pada 2008.

Menkeu menyampaikan, wabah virus corona berdampak langsung pada psikologis dan kesehatan manusia. Virus ini mengancam masyarakat dari sisi kesehatan dan keselamatan mereka.

“Karena ini menyangkut manusia. Harus diberikan ketenangan dulu apa yang disebut dengan ancaman atau risiko terhadap mereka,” ujar dia, Kamis (5/3).

Baca: Cara Cegah Paparan Virus Corona dalam Transportasi Umum

Sementara itu, kata dia, krisis keuangan yang terjadi pada 2008 silam lebih berdampak pada sektor keuangan dan korporasi.

“Kalau dulu kan melalui lembaga keuangan, korporasi jatuh, lalu pemutusan hubungan kerja (PHK) paling. Kalau ini langsung orang menjadi sakit, jadi natur-nya lebih dalam karena masyarakat tiba-tiba menjadi setengah lumpuhlan,” ucapnya.

Dia menyebutkan, virus corona juga mempengaruhi sektor riil. Virus tersebut membuat masyarakat takut untuk melakukan aktivitas sehingga berdampak pada penurunan produktivitas perusahaan.

“Jadi ini yang menjadi risikonya ke masalah sektor riil, kemungkinan ada pengangguran karena perusahaan-perusahaan yang tidak mendapatkan aktivitas yang cukup,” tuturnya.

Untuk menekan dampak virus corona, pemerintah telah memberikan insentif fiskal dengan menggelontorkan Rp 10.3 triliun untuk meningkatkan konsumsi masyarakat yang kurang sejahtera, menstimulus sektor properti, dan menjaga sektor pariwisata.

“Jadi ini bentuk bantuan dan insentif harus dibentuk berdasarkan kebutuhan. Kami sedang hitung dan rancang ini,” kata dia. (sh/tempo/cnnindonesia)

 

 

DISKUSI: