Virus Corona Merebak, Pemerintah Tetap Impor Bawang Putih dari China

0
95

Sumber: pasardana.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Pemerintah memutuskan untuk mengimpor 103.000 ton bawang putih dari China meskipun ada bahaya penyebaran virus corona.

Direktur Jenderal Hortikultura Kmenterian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto mengatakan, impor bawang putih tetap dilakukan karena virus corona tidak menyebar melalui tanaman.

“Para ahli menyebutkan tanaman bukan media virus corona sehingga kami buka (keran impor) lagi,” kata Prihasto di Jakarta, Senin (10/2).

Baca: Harga Bawang Putih Melonjak, Kementan Pastikan Stok Aman

Prihasto menyampaikan, saat ini stok bawang putih hanya cukup sampai Maret 2020 sehingga impor harus dilakukan untuk menambah ketersediaan. Dengan adanya impor, stok bawang putih akan terjaga selama 2 sampai 3 bulan ke depan.

“Terakhir stok kurang lebih 70.000 ton, sampai Maret nanti sebetulnya stok itu cukup, tetapi kita buka lagi untuk mengantisipasi 2-3 bulan ke depan,” ujarnya.

Berdasarkan catatannya, produksi bawang putih Indonesia baru mencapai 85.000 ton per tahun. Sedangkan, kebutuhan konsumsi bawang putih nasional mencapai 560.000-580.000 ton per tahun. Hal ini berarti produksi bawang putih dalam negeri baru bisa memenuhi 15 persen dari total konsumsi bawang putih per tahun.

“Dari data yang ada, produksi bawang putih dalam negeri sekitar 85.000 ton, tetapi itu difokuskan untuk benih dulu, supaya kalau kita ngejar diproduksi dalam negeri bawang putih itu,” tuturnya.

Meski impor tetap dilakukan, Dia menegaskan bahwa pemerintah akan meningkatan kewaspadaan agar penularan virus corona tidak terjadi. Saat ini, impor bawang putih masih menunggu Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan.

Dia menambahkan, jika SPI telah diterbitkan, impor bawang putih dapat segera dilakukan dengan proses pengiriman selama 5-6 hari. (sh/kompas/katadata)

 

 

 

 

 

DISKUSI: